
JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)-Saat itu Basri Salama, belum dikenal publik. Namun gara-gara aksinya melakukan walk out saat pemilihan Ketua DPD-RI, lelaki kelahiran kelahiran Tidore, 08 Agustus 1975 ini mendadak terkenal.
Basri sadar betul begitu menjadi anggota DPD RI, maka dirinya harus bertanggungjawab dan sekaligus sebagai representasi daerah. Karena itulah, sarjana pendidikan ini, berupaya mengartikulasikan aspirasi daerah menjadi sub-kebijakan nasional yang bermanfaat.
Membangun komunikasi dengan stakeholder di daerah itu dalam rangka menstrukturisasi kepentingan daerah. “Jadi, pemerintah pusat tidak bisa dipisahkan dengan daerah terkait. Karena itu kebijakan-kebijakan nasional yang berorientasi ke daerah menjadi fokus perjuangan saya,” terang Senator asal Maluku Utara.
Tentu saja, kebijakan yang berkenaan dengan politik anggaran pusat ke daerah maupun kebijakan program pemerintah pusat ke daerah. “Ya, kita dorong supaya ada asas keadilan dan kesejahteraan,” tutur lelaki yang mengidolakan sosok Pemimpin Bani Umayyah, Umar Bin Abdul Aziz ini.
Sebagai anggota DPD dari Maluku Utara, Basri mengaku memiliki hak untuk menyampaikan suara masyarakat bawah "Kami berharap pemerintah pusat menjadi peretas kemajuan pembangunan infrastruktur masyarakat timur," tegas Basri yang mampu meraih 46.328 suara dalam Pemilu Legislatif 2014 lalu.
Aspirasi yang berkembang di daerahnya, kata Basri lagi, masyarakat mendorong-bagaimana mendapat perlakuan otonomi khusus. Pasalnya, kekayaan daerah Maluku Utara sebagai salah satu penyandang dana bagi keuangan negara. "Kita ini memiliki kekayaan laut yang luar biasa. Lalu ada kekayaan mineral, seperti Nikel. Maluku Utara merupakan salah satu penghasil Nikel terbesar di Indonesia,” papar alumnus Fakultas Pendidikan Bahasa ini.
Melihat potensi daerahnya banyak bersumber dari laut, Basri menyambut baik visi poros maritim yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya itu, Basri mengusulkan agar Presiden Jokowi memperkuat daerah perbatasan, mengingat seringkali terjadi pencurian ikan dari negara-negara tetangga. "Padahal kami itu penghasil ikan tuna terbaik di dunia. Karena itu banyak dicuri oleh negara-negara lain, terutama dari Thailand dan Filipina," imbuhnya. (ec)