Bisnis
Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 01 Apr 2016 - 13:12:55 WIB
Bagikan Berita ini :

MPR Apresiasi Langkah Pemerintah Turunkan Harga BBM

13SPBU_tscom.JPG
Ilustrasi (Sumber foto : Dok/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengomentari keputusan pemerintah yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar mulai hari ini.

"Menurut saya harga BBM sudah memang pantas diturunkan dan saya masih berharap agar masih bisa diturunkan lagi sebab harga minyak mentah dunia sedang turun," kata Mahyudin di Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan, Jumat (1/4/2016).

Banyak masyarakat yang menganggap telat keputusan tersebut, namun menurut Mahyudin, keputusan pemerintah diambil sangat hati-hati dengan mempertimbangkan semua aspek.

"Saya maklum pemerintah sangat hati-hati dalam mengeluarkan keputusan, semua dikaji secara mendalam. Tapi yang terpenting semua keputusan yang terbaik untuk rakyat secara keseluruhan," katanya.

Pemerintah menurunkan harga BBM jenis Premium dan solar mulai 1 April 2016 pukul 00.00 WIB.

Harga premium turun dari Rp 6.950 per liter menjadi Rp 6.450 per liter, sementara harga solar kini menjadi Rp 5.150 dari Rp 5.650.(yn)

tag: #bbm  #harga-bbm  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...