Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Jumat, 17 Jun 2016 - 10:51:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Berkat Dana Desa, Desa Hutan Sumurkondang Lepas Dari Keterisolasian

82IMG-20160617-WA0012_1466134929583.jpg
Proses pembangunan jalan desa Sumurkondang, Cirebon, Jawa Barat dengan menggunakan Dana Desa. (Sumber foto : Humas Kementerian Desa dan PDTT)

CIREBON (TEROPONGSENAYAN)--Desa Sumurkondang merupakan salah satu desa terpencil di Kabupaten Cirebon. Masyarakat Cirebon menganal Sumurkondang sebagai desa hutan, lantaran hampir separuh dari luas wilayahnya adalah hutan dan lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Kuningan. Luas wilayah Desa Sumurkondang mencapai 519 hektar dan kalau ditambah dengan hutan luas desa ini mencapai lebih dari 900 hektar.

Kepala Desa Sumurkondang Heriyanto mengatakan, sudah berpuluh-puluh tahun desa berpenduduk sekitar 2.000 jiwa dengan 200 KK ini hidup dalam keterbelakangan. Tak ada sarana infrastruktur memadai yang bisa diakses. Jalan desa masah berupa tanah bebatuan, sarana air bersih juga sulit didapat karena hanya mengandalkan air tada hujan. Fasilitas sekolah, puskesmas, bahkan pasar pun sulit dijangkau.

Namun, 'Kotak Pandora' kemajuan kini mulai terbuka. Kuncinya setelah pemerinatah Jokowi menjalankan komitmen menjadikan desa sebagai pondasi pembangunan nasional, terutama dengan memberikan Dana Desa (DD) yang implementasinya terus dikawal oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Tahun ini, Desa Sumurkondang menerima DD sebesar Rp640 juta. Termin pertama DD pun sudah cair sebesar Rp388juta. Saat tim Jelajah Desa Nusantara (JDN) yang diterjunkan Menteri Desa Marwan Jafar berkunjung ke desa itu, tampak gelit pembangunan berjalan sangat pesat. Aspal jalan desa pun masih kinclong karena baru dibangun. Kesulitan air bersih sudah tertangani dengan adanya sumur bersama yang disalurkan dengan pipanisasi menuju rumah-rumah warga.

Kepada tim JDN, Kepala Desa Sumurkondang Heriyanto menuturkan, DD tahun 2015 sekitar Rp200 juta sepenuhnya digunakan untuk membangun infrastruktur jalan kampung. Kemudian dana desa tahun ini juga dipakai untuk menuntaskan pembangunan jalan, dan sebagian lagi untuk perawatan sumur air bersih.

"Semua jalan kampung diaspal. Kedepan tinggal perawatan dan pengembangan saja karena efeknya langsung mengangkat akses ekonomi dan sosial masyarakat," ujarnya.

Heriyanto menuturkan, dengan akses jalan desa yang sudah memadai, akses masyarakat untuk bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi semakin lancar. Penduduk desa yang mayoritas petani lebih mudah mendapatkan kebutuhan untuk menunjang pertanian, sekaligus menjual hasil pertanian.

"Sekarang orang yang berkunjung ke desa kami sudah banyak. Desa kami ini kan memiliki hutan yang bagus dan punya potensi wisata juga. Malah sering ada motorcros dari kota main ke sini. Pedagang juga mulai ada," tutur Heriyanto.

Geliat pembangunan di Desa Sumurkondang adalah salah satu contoh kongkrit, bahwa Dana Desa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Ini baru tahun kedua ada Dana Desa dan hasilnya sudah langsung dirasakan masyarakat. Kalau dalam lima tahun saja begini, saya yakin tidak ada lagi cerita desa-desa tertinggal di Indonesia," tutup Heriyanto.(ris)



tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Situasi Matraman dan Jalan Tambak Kondusif, Polda Metro Jaya Tangani Dua Perkara Secara Profesional

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 27 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Situasi di kawasan Matraman dan Jalan Tambak, Jakarta Pusat, saat ini telah aman, terkendali, dan kondusif. Aktivitas masyarakat serta kegiatan perekonomian di sekitar ...
Berita

Milenial dan Gen Z Dominasi Pemilih 2029, Komisi II DPR Dorong Regulasi Pemilu Berbasis Digital Termasuk Soal AI

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin menyoroti data terbaru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai jumlah pemilih dalam Pemilu 2029 mendatang yang didominasi ...