Bisnis
Oleh Atto Kuat pada hari Kamis, 21 Jul 2016 - 08:23:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi akan Menurun dan Lebih Rendah Dibanding Tahun Lalu

93Hendri.jpg
Hendri Saparini (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Hendri Saparini memproyeksi pertumbuhan ekonomi di akhir tahun lebih rendah jika dibandingkan tahun lalu.

Masih menurut Hendri, pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun sekitar 4,9 persen hingga 5 persen. Angka tersebut lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,2 persen yang tercantum dalam APBN Perubahan 2016.

Sementara inflasi diproyeksikan berada pada level tiga persen hingga 3,2 persen, sedangkan kurs rupiah diperkirakan berada pada rentang Rp12.950 hingga Rp13.150 per dolar AS.

Hendri menjelaskan pemerintah harus menjaga kinerja ekonomi hingga akhir tahun 2016 disamping juga memperbaiki dan membuat terobosan kebijakan.

Pemerintah diminta untuk fokus pada ekonomi domestik tanpa bergantung terhadap ekspor yang diprediksikan tidak memiliki peluang untuk terjadi peningkatan.

"Yang harus dilakukan pemerintah ialah mempercepat konsumsi masyarakat dengan menyebarkan uang lewat berbagai pengeluaran-pengeluaran untuk mendorong penciptaan lapangan kerja agar bisa menggerakkan dan meningkatkan konsumsi," kata Hendri, di Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Selain itu, pemerintah juga harus menyelamatkan kinerja dan target ekonomi tahun 2016 dengan memperbaiki dan memaksimalkan instrumen yang dimiliki kebijakan fiskal, kebijakan sektor riil dan moneter.

"Mendorong dan menjaga target pembangunan ekonomi hanya lewat optimalisasi anggaran pemerintah (belanja APBN dan APBD) tidak mencukupi. Diiperlukan terobosan kebijakan untuk menggerakkan BUMN dan pelaku usaha swasta," ujar Hendri.

Selanjutnya pemerintah juga harus mengoptimalkan pelaksanaan program pengampunan pajak. Selain mendapatkan keuntungan dari deklarasi dan dana repatriasi, kebijakan ampunan pajak (tax amnesty) juga harus meningkatkan kepatuhan wajib pajak di tahun-tahun setelahnya.

"Tax amnesty tidak hanya untuk menutup defisit APBN, tapi tax rasio lebih bagus. Ada kepatuhan pajak yang lebih baik setelah ini," ujar Hendri.

Di samping itu, lanjut Hendri, Pemerintah Indonesia diminta untuk lebih realistis walaupun tidak mengurangi optimisme untuk memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi dalam merancang target penerimaan negara dalam APBN 2017. (icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...