Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Selasa, 30 Agu 2016 - 19:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Sahkan RUU Pertanggungjawaban APBN 2015 Menjadi UU

6apbn1.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Dalam rapat Paripurna yang digelar hari ini (30/8/2016), DPR menyetujui rancangan undang-undang (RUU) Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015.

Dimana, dalam APBN 2015 yang dapat terealisasi pendapatan negara pada tahun anggaran 2015 berjumlah Rp1.508 triliun atau hanya 85,6 persen dari target.

Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah seusai membacakan laporan Banggar tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanggung Jawaban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 langsung mengajukan pertanyaan pada seluruh Anggota Dewan dalam Rapat Paripurna

"Apakah semua menyetujui laporan pertanggung jawaban pemerintah untuk APBN 2015?," tanya Said Abdullah di ruangan rapat paripurna, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

"Setuju untuk menjadi Undang-Undang," seru seluruh Anggota Dewan.

Said melanjutkan, penerimaan pajak juga demikian yang hanya mencapai Rp 1.240,4 triliun atau hanya 83 persen dari target, yang terdiri dari pajak dalam negeri sebesar Rp 1.205,5 triliun dan pajak perdagangan internasional sebesar Rp 34,9 triliun.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hanya mencapai Rp 255,6 triliun atau 90 persen dari target. Sedangkan dana hibah mencapai Rp 12 triliun atau mengalah 361,5 persen dari APBNP.

"Untuk anggaran belanja mencapai Rp 1.806,5 triliun atau 91 persen dari target. Dan Rp 1.183,33 triliun adalah belanja pemerintah pusat,"ujarnya.

Kemudian, dana transfer ke daerah mengalah Rp 623,1 triliun. Adapun defisit anggaran pada tahun 2015 lalu mencapai Rp 298,5 triliun.

"Dan secara keseluruhan kita butuh Rp 323,1 triliun untuk menutup kekurangan anggaran pada tahun 2015," tutupnya.(yn)

tag: #apbnp-2015  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

TB Hasanuddin: Soal Siaga Satu, Panglima TNI dan Kasad Berbeda Mana yang Benar?

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 08 Mar 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti munculnya perbedaan penjelasan di lingkungan TNI terkait isu status siaga 1 yang belakangan ramai ...
Berita

TB Hasanuddin: Kalau Benar Berniat Memperjuangkan Palestina, Masukan Palestina Dalam BoP

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menilai bahwa apabila forum Board of Peace (BoP) benar-benar bertujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina ...