Bisnis
Oleh pamudji pada hari Senin, 19 Sep 2016 - 14:49:45 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Nilai Indonesia Belum Mendapat Manfaat MEA

7diskusimea.jpg
Diskusi "Prospek Dan Strategi Menghadapi ME Membuktikan Cinta Produk Indonesia", di Jakarta, Senin (19/9/2016) (Sumber foto : teroponsenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohammad Hekal menilai Indonesia belum mendapatkan manfaat dari pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sejak awal 2016. Yang terjadi, justru negara-negara tetangga lebih memanfaatkan keberadaan Indonesia di pasar MEA.

"Negara-negara tetangga lebih bisa memanfaatkan Indonesia, dibandingkan Indonesia memanfaatkan mereka," ujar Hekal dalam Talk Show "Prospek dan Strategi Menghadapi MEA, Membuktikan Cinta Produk Indonesia", di Jakarta, Senin (19/9/2016).

Hekal menyatakan, hingga kini Indonesia belum bisa mengukur secara benar dampak dari pemberlakuan MEA.Padahal, Indonesia sudah terlanjur sudah membuka pagar untuk masuknya pelakuk ekonomi dari Asean.

"MEA itu memberlakukan zero tarif. Sayangnya, Indonesia belum bisa memanfaatkan, sebagaimana negara-negara lain memanfaatkan hal itu," jelas Hekal.

Belum mampunya Indonesia memanfaatkan zero tarif, menurut Hekal, terhambat oleh kendala internal. Kendala tersebut diantaranya suku bunga perbankan dan biaya logistik yang tinggi.

"Biaya logistik di Indonesia paling tinggi di Asean, yakni 24%. Sementara negara-negara lain sudah belasan. Bahkan, ada yang single digit," tegas Hekal. (plt)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...