Bisnis
Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 29 Okt 2016 - 12:38:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Pertamina Alokasikan Keuntungan Untuk Wujudkan Program Satu Harga BBM

28IMG_20161029_123130.jpg
Ahmad Bambang, Wakil Direktur Pertamina (Sumber foto : Istimewa)

DENPASAR (TEROPONGSENAYAN)--PT Pertamina (Persero) mengalokasikan sebagian keuntungannya untuk mendukung program "Satu Harga BBM" yang dicanangkan Presiden Joko Widodo guna memberikan keadilan di seluruh Indonesia.

"Kami tidak melakukan subsidi silang tetapi Pertamina harus untung, harus menang bersaing dengan para pesaing dan dengan untung inilah kami membantu kepada daerah atau masyarakat lain yang membutuhkan," kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina, Ahmad Bambang saat memberikan sambutan malam apresiasi mitra bright gas di Denpasar, Jumat (28/10/2016).

Menurut dia, konsep tersebut dikemas dalam 'spiritual marketing' yang diimplementasikan tahun 2017 didasari atas program Kepala Negara yakni "satu harga BBM".

Dalam konsep itu, BUMN tersebut tidak melakukan subsidi silang atau beban biaya di daerah terpencil akan jadi beban di daerah yang sudah lebih maju seperti di Pulau Jawa.

Jika melakukan subdisi silang, lanjut dia, dikhawatirkan menyebabkan Pertamina tidak bisa berkompetisi dengan kompetitor lain yang kini sudah mulai masuk di kawasan maju tersebut.

Untuk itu pihaknya ingin mencari laba salah satunya dengan mengembangkan bisnis pada produk-produk nonsubsidi di antaranya bright gas dan pelumas.

"Kami harus menang di daerah pesaing, harus menang di bisnis lain, harus untung besar di daerah bersaing seperti di Jawa dan bisnis lain seperti pelumas harus bagus. Kalau sudah untung besar itu berbagi atau membantu masyarakat yang ketinggalan," ujar Ahmad.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengeluarkan kebijakan penyetaraan harga bahan bakar minyak di Papua sama halnya dengan harga BBM yang berlaku di Pulau Jawa.

Sebelumnya harga BBM di Papua mencapai pada kisaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per liter dan kini, berkat kebijakan tersebut, harganya turun signifikan menjadi Rp6.450 per liter.

Melambungnya harga BBM di Papua dipengaruhi oleh biaya transportasi mengingat daratan Bumi Cenderawasih itu dipenuhi pegunungan dengan lembah.

Untuk mengatasi persoalan distribusi, Pertamina menyiapkan dua pesawat pengangkut BBM jenis Air Tractor AT-802 dengan kapasitas angkut BBM sekitar 4.000 liter.

Terkait distribusi BBM yang kerap menjadi kendala itu, Ahmad menyebutkan akan menjadi "Rahmatan Lil alamin". (ris/ant)

tag: #harga-bbm  #pt-pertamina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...