Jakarta
Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 11 Nov 2016 - 15:50:23 WIB
Bagikan Berita ini :

Kader Golkar Disebut Makin Masif Tolak Ahok

55Buyahamka.jpg
Demonstran kecam penista Agama, Jumat (4/11/2016) (Sumber foto : M Anwar/TeropongSenayan )

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Politikus Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan saat ini makin banyak suara akar rumput kader Golkar yang meminta partai berlambang pohon beringin itu menarik dukungan untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pilgub DKI 2017.

Terlebih, ia melanjutkan, kasus dugaan penistaan Agama yang dilakukan oleh Ahok sangat merugikan citra partai Golkar.

“Saat ini, suara kader dan warga Golkar pun sudah begitu masif untuk menolak Ahok. Justru yang meminta Golkar untuk menarik dukungannya terhadap Ahok adalah kader-kader yang peka, aspiratif, serta cinta dan sayang terhadap Golkar," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

"Kami tidak mau melihat Golkar ikut kena dampak dan menjadi korban ketidaksukaan dan kemarahan publik terhadap Ahok. Jadi Elite partai di Golkar jangan kehilangan sensitivitasnya dalam melihat realitas di masyarakat," tambahnya.

Doli menyayangkan adanya pemecatan di tubuh Partai Golkar kepada Fadel Muhammad sebagai Sekretaris Dewan Pembina, apa lagi dengan alasan terkait usulan penarikan dukungan pada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Saya cukup menyayangkan apabila ada kader yang dipecat dengan alasan yang terkait dengan Ahok. Apalagi salah satu yang diberhentikan adalah Fadel Muhammad, yang tidak diragukan lagi kiprah dan ke-Golkar-an selama ini," ucapnya.

Menurut Doli memang sudah seharusnya partai berlambang beringin itu untuk menarik dukungannya pada Ahok. Apa lagi dengan pristiwa demo 4 November kemarin yang sudah melibatkan jutaan masyarakat dan menyebar di seluruh tanah air.

Apalagi, lanjut Doli, selama ini jargonnya Golkar adalah "Suara Rakyat Suara Golkar". Malah seharusnya yang harus dipersoalkan adalah sikap dan prilaku kader yang justeru telah ikut menambah buruk citra Golkar, seperti Nusron Wahid dengan pernyataan-pernyataan dan sikapnya yang melecehkan Ulama dan mengingkari ajaran Islam, yang menambah kemarahan publik.

"Apabila Golkar masih terus di depan ikut membela Ahok, maka itu sama saja dengan ikut membenarkan tindakan penistaan agama. Dan itu sejatinya telah mengingkari nilai-nilai yang selama ini menjadi doktrin Partai Golkar," pungkasnya. (icl)

tag: #ahok  #islam-menggugat-ahok  #lawan-ahok  #partai-golkar  #penistaan-agama  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...