Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Rabu, 01 Feb 2017 - 17:51:24 WIB
Bagikan Berita ini :

PKS: Berhenti Melecehkan Ulama

26jazulipks.jpg
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menilai sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan tim kuasa hukumnya tidak proporsional kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin dalam sidang kedelapan kasus penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017)

"Ahok dan pengacaranya harusnya paham posisi Kyai Ma'ruf sebagai ulama sepuh yang dihormati berbagai kalangan. Beliau Ketua Umum MUI, penghulunya para ulama, sekaligus menduduki jabatan tertinggi di dalam struktur PBNU sebagai Rais Aam," kata Jazuli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Menurut Jazuli, sikap Ahok dan pengacaranya tidak etis, bahkan sangat tendensius menyerang integritas pribadi KH Ma'ruf. Sehingga wajar jika kalangan Nahdliyin protes keras, baik disampaikan langsung oleh PBNU maupun elemen-elemen organisasinya.

"Ini yang saya bilang Ahok tidak etis dan juga tidak proporsional. Perihal kesaksian Kyai Ma'ruf seharusnya adalah tentang sikap keagamaan MUI tentang penistaan agama yang dilakukan Ahok dalam kasus Al-Maidah 51 tapi kenapa malah menyerang integritas pribadi Kyai yang kita muliakan bersama," ujarnya.

Dalam pandangan Jazuli, tentu saja MUI punya kredibilitas sebagai lembaga pemberi fatwa yang dilakukan secara prosedural. Namun fatwa MUI tidak untuk diperdebatkan sebaliknya harus dihormati.

Untuk itu anggota Komisi I ini meminta semua pihak, tidak hanya Ahok, untuk menempatkan ulama dan fatwa-fatwanya pada posisi terhormat, jangan sampai melecehkan.

"Cukup sudah, hentikan melecehkan ulama," pungkasnya. (plt)

tag: #ahok  #pks  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement