Profil

Mengapa Wiranto Kepincut Gede Pasek Swardika?

Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 14 Mar 2017 - 06:57:22 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

36IMG_20170314_065524.jpg

I Wayan Gede Pasek Suardika (Sumber foto : Eko S Hilman)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Gede Pasek Swardika adalah loyalis Anas Urbaningrum. Publik sudah mengetahuinya. Namun mengapa sampai Jenderal (Purn) Wiranto kepincut dan menjadikan sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura periode 2017-2022?

"Pertimbangannya ya track record, popularitas, dan kemampuan," ujar Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Sepenggal kalimat Menko Polhukam dan pendiri Partai Hanura itu rasanya sudah menjawab pertanyaan tadi. Bahwa Wiranto terpikat dengan Pasek karena rekam jejak, popularitas dan kemampuannya. Barangkali itulah alasan obyektif sekaligus subyektif Wiranto saat menarik Pasek masuk dalam rumah Hanura.

Maklum, dunia politik bukan hal baru bagi pemilik nama lengkap I Gede Pasek Swardika. Pria kelahiran Singaraja, Bali pada 21 Juli 1969 putra dari Kapten Purn (Pol) I Komang Alit sebelum menjadi Senator dikenal sebagai politisi Partai Demokrat. Selain pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI, Pasek adalah Ketua DPP Partai Demokrat Departemen Pemuda dan Olahraga periode 2010-2015.

Pasek menjadi pengurus inti Partai Demokrat, saat sahabat akrabnya yaitu Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat hasil Munas di Bandung. Bahkan pasangan Anas-Pasek seperti duet maut dilangit parpolitikan Indonesia, saat partai politik berlambang Mercy itu dipuncak kejayaannya beberapa tahun silam.

Meski sama-sama aktif dalam organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, jalan politik Pasek berbeda dengan Anas. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana ini merintis karir dari dunia jurnalistik, advokat dan konsultan Pilkada hingga akhirnya masuk dalam dunia politik sebagai kader Partai Demokrat.

Pasek adalah orang dibalik kemenangan sejumlah kepala daerah, khususnya di Bali. Puncaknya adalah mengantarkan kemenangan pasangan SBY-JK pada pilpres 2004 di Bali. Banyak ide dan masukan suami Evie Lestari Andajani yang menjadi keputusan penting Partai Demokrat saat dia masih memiliki relasi dan loyalitas yang baik dengan SBY. Termasuk duduknya SBY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat antara lain bermula dari usulan Pasek.

Namun, badai yang menerpa partai mercy membuat Pasek memilih menjaga kesetiakawanan ketimbang merapat pada kekuasaan. Bersama Anas, Pasek mendirikan Persatuan Pergerakan Indonesia (PPI). Jalan politik Pasek mulai berbeda dengan Partai Demokrat. Maka Pasek mulai menjaga jarak dengan Partai Demokrat hingga akhirnya berpisah pasca kongres Surabaya.

Akhirnya menjelang Pemilu 2014, Pasek memutuskan istirahat dari dunia partai politik karena memilih bertarung berebut kursi Senator atau DPD Daerah Pemilihan Bali. Hasilnya cukup mencengangkan. Pasek mampu meraih 132.887 suara. Perolehan suara sebesar inilah yang membawa Pasek menduduki kursi anggota DPD RI periode 2014-2019.

Bagi Pasek, bergabung dan bersaing dalam politik selain memperjuangkan ide, juga soal figur. Kalah dan menang suatu hal yang biasa dan lumrah. Tak perlu dibawa-bawa dengan urusan perasaan. Sebab berpolitik adalah bersaing secara rasional. Ini pula antara lain tetap menjaga relasi dan silaturahmi dengan berbagai elemen, termasuk tokoh-tokoh di partai politik tempat dia pernah bergabung.

"Enggak boleh berpartai itu sakit hati. Ngapain sakit hati namanya kompetisi kan mau ranking berapa yang penting targetnya harus jelas dong. Jadi enggak usah dibaca baper-baperan (bawa perasaan) itu hanya menaruh target agar sukses atau tidak," kata Pasek menerangkan salah satu alasannya bergabung dengan Partai Hanura.

Pilihannya bersama Partai Hanura sudah mantap. Seperti yang menjadi alasan Wiranto, bersama Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), Pasek akan mencurahkan energi, pengalaman dan kemampuannya untuk membawa partai politik yang memiliki warna khas orange ini meraih kemenangan dalam kontestasi Pilkada dan Pemilu menjadi partai politik papan atas dan modern pengelolaannya.(ris/dbs)

tag: #  

Bagikan Berita ini :