
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Bendahara Umum Fraksi Demokrat M Nazaruddin mengungkapkan, proyek e-KTP tidak akan terlaksana jika tidak mendapat dukungan dari Fraksi Demokrat.
Fraksi berlambang mercy itu merupakan fraksi terbesar pada periode 2009-2014 dengan jumlah anggota sebanyak 148 orang.
Nazar pun membeberkan, pada saat itu dirinya mengetahui adanya proyek e-KTP dari mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat Mustokoweni dan Ignatius Mulyono.
"Saya tanggal dan bulan lupa, pak Ignatius dan ibu Mustokoweni menghadap ke Mas Anas (mantan Ketum Partai Demokrat Anas urbaningrum, red) menceritakan tentang proyek e-KTP, dengan pagu anggaran sekitar Rp 6 triliun lebih pada di APBN-P 2010 dengan program multi years, karena nilainya fantastis,” kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).
Setelah mendapat informasi soal proyek e-KTP, kisah Nazaruddin, dirinya kemudian dikenalkan dengan Andi Ignatius atau Andi Narogong yang mengaku sudah lama mengerjakan proyek di Kemendagri.
"Andi pun kemudian dibawa ke ruangan Fraksi Demokrat di lantai 9 Gedung DPR. Pada saat itu Andi langsung menjelaskan mengenai untung rugi proyek e-KTP, modalnya sekian, keuntungan sekian, dia juga bawa contoh barang," tuturnya.
"Mas Anas kemudian minta program e-KTP untuk didukung dan dicari anggarannya dari DPR," terangnya.(yn)