Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 01 Agu 2017 - 16:50:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Banyak Nama Besar Diduga Terlibat, KY Janji Pantau Sidang e-KTP

39komisi-yudisial.jpg
Komisi Yudisial (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Juru bicara Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi menegaskan, pihaknya akan tetap memantau jalannya persidangan kasus korupsi e-KTP

"Sebagaimana kasus yang sama, yang sudah putus, kami akan tetap memantau sidang KTP-Elektronik lainnya jika kasusnya telah sampai ke proses pemeriksaan di pengadilan," ujar Farid saat dihubungi awak media, Selasa (1/8/2017).

Farid mengatakan, proses pemantauan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab KY dalam melaksanakan perintah Undang Undang.

"Ini juga merupakan upaya KY dalam memastikan bahwa proses sidang berjalan sebagaimana mestinya," ujar Farid.

Dalam hal pemantauan sidang untuk perkara e-KTP ini, KY akan fokus pada etika majelis hakim dalam mengelola perkara ini, baik perilaku di dalam sidang maupun perilaku di luar sidang.

"Selain itu, kami juga meminta semua pihak menghormati profesi hakim dengan menjaga independensi dan imparsialitasnya," pungkas Farid.

Sebelumnya, Hakim Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis kepada Irman dan Sugiharto, dua terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik masing-masing dengan hukuman tujuh dan lima tahun penjara.

Irman merupakan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri. Sedangkan Sugiharto adalah mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri.

Sebelumnya, majelis hakim mengatakan Irman terbukti menerima uang dari Andi Agustinus sebesar USD 300 ribu dan USD 200 ribu dari Sugiharto. Sementara Sugiharto mendapat uang USD 30 ribu dari Paulus Tannos dan USD 20 ribu dari Johannes Marliem yang kemudian dibelikan mobil Honda Jazz senilai Rp 150 juta.

Selain menguntungkan diri sendiri, Irman dan Sugiharto juga terbukti menguntungkan orang lain. Hakim menyebut ada tiga anggota DPR yang terbukti menerima uang terkait dengan korupsi e-KTP. Namun majelis hakim tidak menyebutkan nama Ketua DPR Setya Novanto dalam pertimbangan vonisnya. Padahal, dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK disebutkan Novanto menerima uang korupsi e-KTP.(yn)

tag: #komisi-yudisial  #korupsi-ektp  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ingin Berobat dan Mengurus Pesantren, Bupati Bener Meriah Mundur

Oleh Rihad
pada hari Sunday, 24 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tgk Sarkawi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, yang diumumkan kepada masyarakat pada saat pelaksanaan ibadah ...
Berita

Pasien yang Lolos dari Wisma Atlet Ditemukan di Tasikmalaya Sedang Naik Motor

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tim gabungan berhasil mengevakuasi pasien positif COVID-19, Kamis 21 Mei 2020  pukul 01.15 WIB. Kejadiannyai  berada di cek poin Pos Pengamanan Operasi Ketupat ...