Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Jumat, 04 Agu 2017 - 08:03:26 WIB
Bagikan Berita ini :

PAN: Victor Laiskodat Harus Minta Maaf

78viva-yoga.jpg
Viva Yoga Mauladi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menyebut, Victor Bungtilu Laiskodat menebar api kebencian. Sebab, pidato Ketua Fraksi NasDem di DPR itu sangat tendensius, terutama terhadap PAN.

"Jadi PAN tidak memperjuangkan Indonesia sebagai Negara Khilafah, sebagaimana yang dituduhkan Victor. Bagi PAN, sistem pemerintahan demokrasi dan bentuk negara nasional, sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah sudah final. Tidak boleh diubah lagi," kata Viva saat dihubungi, Jumat (4/8/2017).

Di politik, lanjut Viva, perbedaan pandangan antar partai politik sudah menjadi bagian dari kehidupan demokrasi. Justru salah satu fungsi partai politik adalah memindahkan potensi konflik horizontal di masyarakat ke wilayah konflik parlementarian.

"Konflik akan terkanalisasi di lembaga politik, yaitu DPR. Lalu proses politik akan menentukan bagaimana keputusan politik akan ditetapkan," ucapnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR ini menilai, Victor tidak meneladani Presiden RI pertana Soekarno. Meskipun Soekarno berbeda pandangan politiknya dengan Hatta, tetapi Soekarno adalah pembela utama Hatta, jika Hatta didiskreditkan oleh siapapun.

"Berbeda kepentingan dan pandangan politik tidak menghilangkan rasa persaudaraan. Para founding father's telah meletakkan tradisi demokrasi yang baik dan bermartabat. Harus diteladani oleh kita semua," terangnya.

Di sisi lain, Viva membeberkan, pernyataan Victor yang memaknai perbedaan pandangan politik di antara partai politik terhadap Perppu Nomor 2 Tahun 2017 telah disempitkan dengan pemikirannya sendiri yang destruktif dan anarkis. Hal ini, lanjut dia, dapat membahayakan nilai kemajemukan, toleransi, dan merusak tradisi demokrasi.

"Sebagai pimpinan partai politik dan pejabat negara, sangat tidak etis jika Victor mendeskreditkan eksistensi partai politik lain dan menebarkan api permusuhan yang mengeksplorasi keperbedaan agama di tengah masyarakat," tuturnya.

"Sebagai kawan, saya menyarankan Victor meminta maaf sebelum kasus ini menjadi persoalan hukum dan merebak serta memicu potensi konflik horisontal di masyarakat," pungkasnya.(yn)

tag: #partai-amanat-nasional  #partai-nasdem  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 09 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Indonesia pada Rabu resmi meluncurkan Halal Expo Indonesia di Jakarta, dengan target memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi halal dalam kerangka Developing Eight ...
Berita

Legislator Soal Polri Bongkar 3 Kasus Korupsi: Tegakkan Hukum Dengan Adil, Bukan karena Motif Politik

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman mendukung pengusutan 3 kasus korupsi yang tengah dilakukan Polri. Namun politisi senior Demokrat ini mengingatkan agar tujuan ...