Bela Masyarakat Pesisir, Ketua MPR: Kesejahteraan Harus Merata untuk Semua
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 14 Nov 2017 - 20:23:16 WIB

Bagikan Berita ini :

98Zulkifli-Masyarakat-Pesisir.jpg
Sumber foto : Humas MPR
Zulkifli Hasan menerima audiensi dan pengaduan dari Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) di ruang kerjanya, Gedung MPR, Jakarta, Selasa (14/11/2017)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima audiensi dan pengaduan dari Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) di ruang kerjanya, Gedung MPR, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Kedatangan ASPEKSINDO dipimpin Wakil Bupati Selayar Zainuddin, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifuddin dan jajaran Himpunan Masyarakat Pesisir Indonesia.

Zainuddin menyampaikan kehadiran ASPEKSINDO menemui Ketua MPR adalah menyampaikan suara masyarakat pesisir yang selama ini merasa terpinggirkan.

“Kami memutuskan bertemu Pak Zulkifli Hasan karena selama ini kami membaca sikap bapak yang perjuangkan pemerataan. Itu yang didambakan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Zainuddin menyampaikan perjuangan masyarakat pesisir untuk sejahtera bukan tanpa halangan.

"Pesisir dan laut itu kekayaan. Anggaran yang diberikan harus berimbang jangan timpang di Jawa saja," tukasnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat pesisir, Zulkifli mengungkapan, ketimpangan masih terjadi khususnya antara Pulau Jawa dan Luar Jawa serta kepulauan dan daratan.

Ia menyebutkan bahwa PDB di Pulau Jawa mencapai 62 persen, Sumatera 20 persen, sisanya tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Zulkifli Hasan mengatakan bahwa perlu ada langkah dan kebijakan yang tepat untuk mewujudkan kesetaraan di Tanah Air.

"Sebagai negara kesatuan Republik Indonesia, kita harus punya jiwa setara dan sepenanggungan. Inilah semangat dan inti nilai Persatuan Indonesia," tutupnya.(yn)

tag: #mpr  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING