Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Kamis, 14 Des 2017 - 20:48:17 WIB
Bagikan Berita ini :

Tiga Keputusan Hasil KTT-LB OKI di Turki Soal Palestina

27KTT-LB-OKI.jpg
Para kepala negara anggota OKI saat berkumpul di Istanbul, Turki, pada 13 Desember 2017 untuk membahas isu Yerusalem (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam ((KTT-LB OKI) di Istanbul, Turki ‎menghasilkan tiga keputusan penting untuk membela Palestina.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membeberkan tiga keputusan tersebut. Pertama soal resolusi Al Aqsa.

Hal itu adalah sebagai bentuk penolakan atas sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"‎Lalu yang kedua menghasilkan komunike final OKI," ujar Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (14/12/2017).

Komunike final OKI tersebut berisi political statement, political call. Sementara resolusi Al Aqsa merupakan hasil rincian mengenai tindak lanjut negara-negara OKI terhadap sikap Amerika Serikat terhadap Palestina.

"‎Dan yang ketiga menghasilkan Deklarasi Istanbul," imbuh Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, nantinya negara anggota OKI harus dapat memastikan adanya pertemuan Open Debate. Hal ini guna membahas situasi di Palestina.

"Anggota OKI harus mendukung setiap pencalonan Palestina dalam keanggotaan di berbagai organisasi internasional dan negara OKI harus memulai lobi dukungan kepada negara-negara gerakan nonblok," terang Jokowi.

Usai KTT Luar Biasa Soal Yerusalem yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, OKI merilis pernyataan formal gabungan (joint communique) para negara anggota.

Communique itu berisi 18 sikap OKI dan gagasan langkah diplomasi yang akan dilakukan oleh organisasi tersebut guna menangani isu Al Quds Al Sharif.

Poin pertama communique itu menyatakan bahwa OKI, "Menolak dan mengutuk keras keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Al Quds Al Sharif sebagai ibu kota Israel".

OKI juga mendesak seluruh negara anggota untuk, "Memberikan prioritas atas isu Palestina dalam diskursus sehari-hari, agenda politik, dan hubungan kemitraan dengan negara lain di dunia".

Hasil KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada Rabu, 13 Desember 2017 mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. OKI menolak pengakuan sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dalam KTT Luar Biasa yang digelar sepekan setelah pidato pengakuan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, para pemimpin OKI menyerukan seluruh negara untuk mengakui Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya yang tengah diduduki.(yn)

tag: #donald-trump  #israel  #palestina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Perempuan Berperan Besar Menjaga Ketahanan Keluarga Menghadapi Pandemi Covid-19

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 16 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pandemi covid -19 telah berdampak besar bagi kehidupan masyarakat, yang langsung dirasakan setiap keluarga terutama dibidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan sosial ...
Berita

Jokowi Targetkan Pertumbuhan 7 Persen, Marwan Cik Asan: Pemerintah Terlalu Optimis

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Target pertumbuhan ekonomi Indonesa melebihi 7 persen pada kuartal II 2021 dinilai anggota Komisi XI Marwan Cik Asan akan sangat berat. Dalam hal ini, jangan sampai ...