Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Jumat, 12 Jan 2018 - 20:11:15 WIB
Bagikan Berita ini :

Rizal Ramli: Ada Komisi 30 Dolar per Ton di Setiap Impor

6(KabinetKerja)Rizal.jpg
Rizal Ramli (Sumber foto : Dokumen TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Harga beras kembali melambung di tahun 2018. Untuk mengatasi tingginya masalah ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya memutuskan membuka keran impor beras sebanyak 500 ribu ton.

Mendag Engiartiasto Lukito mengatakan, jenis beras yang diimpor pada saat ini merupakan jenis beras khusus yang tidak ditanam di Indonesia, dan memiliki landasan hukum berupa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018. Sehingga hal ini tidak akan mengganggu produksi dalam negeri.

Pakar ekonomi Rizal Ramli mengatakan, masalah yang selalu menghiasi krisis beras adalah soal data. Pengalaman Rizal, Kemendag dan Bulog selalu mau impor.

“Sebab, ada komisi 20-30 dolar per ton. Transaksinya di luar negeri, ‘account’ bank juga berada di luar negeri. Tetapi Kementan, selalu bilang produksi lebih dari cukup. Sebab ini terkait dengan prestasi mereka. Faktanya angka yang benar itu di tengah,” kata Rizal kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Yang harusnya menilai, sambung RR, sapaan Rizal Ramli, harusnya Menko Perekonomian Darmin Nasution.

“Saya bingung di mana posisi Kemenko Perekonomian sekarang dalam menentukan data ini,” imbuh dia lagi.

Dalam sejarahnya, Rizal melanjutkan, uang paling mudah didapat dari komisi impor komoditi. Jadi duitnya, gampang kalau main di beras, kedelai, gula, daging dan lain-lain.

Ia pun heran, ada rapat kebijakan harus impor beras dalam 2-3 hari ini. Sebab, sebentar lagi kan mau panen.

“Stok di gudang Bulog memang 900 ribu ton, tapi itu cukup untuk dua bulan lagi. Panen kan sebentar lagi, Februari Maret, dan Bulog bisa beli,” Rizal menyarankan.

Masalahnya, sekarang Bulog pasif, pada saat panen, tidak beli beras. Padahal seharusnya Bulog tahu berapa yang harus dibeli.

“Saya tidak tahu ini sengaja atau tidak. Meski, memang Bulog sekarang beda dengan dulu yang tak ada bunga kredit, turun langsung dari likuiditas Bank Indonesia. Dan itu tidak bener ini, ini kan sektor strategis,” tandasnya. (icl)

tag: #harga-pangan  #impor-beras  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Soal Bancakan Kasus Bansos, Ujang: KPK Harus Berani Usut Tuntas

Oleh Yoga
pada hari Kamis, 28 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-  Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, banyaknya kader PDIP yang di duga terlibat kasus korupsi bansos merupakan ...
Berita

Dilantik Jadi Kapolri, Ini PR Jenderal Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis di Istana Negara, Rabu ...