PWI: Wartawan Harus Independen saat Pilkada dan Pilpres
Oleh M Anwar pada hari Senin, 22 Jan 2018 - 08:20:00 WIB

Bagikan Berita ini :

92tak-masuk-dpt-tki-boleh-ikut-mencoblos.jpg
Sumber foto : dok istimewa
Ilustrasi: Pencoblosan saat pemilu dan pilpres.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat meminta seluruh wartawan untuk menjaga independensi di tahun politik. Terlebih, tahun-tahun ke depan Indonesia akan menggelar pesta demokrasi.

Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Ilham Bintang, menyebutkan larangan wartawan merangkap jabatan di partai politik (parpol), apabila melanggar maka harus berhenti atau nonaktif dari profesi kewartawananya. Aturan itu juga berlaku bagi wartawan yang menjadi tim sukses. Aturan mengenai itu disebut Ilham tercantum dalam Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.

"Tim sukses berjuang untuk satu golongan, sedangkan prinsip pers atau media melayani semua golongan untuk mencapai tujuan utamanya, demi mewujudkan kebenaran, dan kepentingan publik, serta kelangsungan demokrasi," kata Ilham dalam keterangannya kemarin, Minggu (21/1/2018).

Dia juga mengatakan DK PWI telah membentuk tim yang akan mengawasi anggotanya di seluruh Indonesia yang menjadi tim sukses pasangan calon di beberapa pilkada. Data itu akan disampaikan dalam waktu dekat.

"Saat ini sedang diverifikasi oleh tim," kata Ilham.

Ilham menyebut wartawan harus independen tetapi tetap harus berpihak pada kepentingan rakyat. "Wartawan independen bukan berarti tidak berpihak. Keberpihakan wartawan untuk kepentingan rakyat dan kelangsungan demokrasi. Itu parameter yang digunakan DK PWI," imbuh Ilham. (aim)

tag: #pilkada-serentak-2018  #pilpres-2019  #pwi  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING