Ketua DPR: Komnas HAM Jangan Ribut-Ribut Soal Fasilitas
Oleh Sahlan pada hari Rabu, 24 Jan 2018 - 09:06:01 WIB

Bagikan Berita ini :

23Bambang-Soesatyo-2.jpg
Sumber foto : Istimewa
Bambang Soesatyo

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan agar komisoner Komnas HAM fokus pada tugas, dan tidak meributkan soal fasilitas yang selama ini dinilai belum memadai.

Hal ini diutarakan Bambang usai menerima para komisioner Komnas HAM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

"Saya berpesan jangan ada lagi ribut ribut fasilitas, tapi lebih kepentingan rakyat," kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu.

Bamsoet juga berharap komisoner Komnas HAM yang baru bisa mengangkat kembali marwah lembaga ini.

"Komnas HAM sangat terkenal saat orde baru sama kayak KPK sekarang. Komnas HAM harus kembali menggenjot dengan bekerja, agar publik tetap engeh Komnas HAM ada," paparnya.

"PR Komnas HAM adalah fokus mengamankan hak dasar semua warga negara," tegasnya.

Meski begitu, Bamsoet mengaku DPR belum bisa merevisi undang undang tentang HAM yang sudah diajukan. Menurut dia, saat ini lembaganya dikejar untuk menyelesaikan sekitar 50 undang pada akhir masa jabatan.

"Revisi undang undang Komnas HAM memang belum kita masukkan Prolegnas, nanti di periode mendatang. Sekarang sudah 50-an RUU, kita harus realistis, paling banyak 10-12 undang undang sampai akhir," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, tampak hadir Teuku Taufiqulhadi dari NasDem, Adies Kadir dari Golkar, dan Arsul Sani dari PPP sebagai perwakilan dari Komisi III DPR. Adapun perwakilan Komnas HAM di antaranya Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Wakil Ketua Komnas HAM Sandrayati Moniaga, dan komisioner Komnas HAM Munafrizal Manan.(yn)

tag: #komnas-ham  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING