Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Senin, 05 Feb 2018 - 14:20:53 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Doyan Impor, Komisi VI akan Bentuk Pansus Pangan

35imporjagung.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kepala Kelompok Fraksi (Kapoksi) Gerindra di Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid mengungkapkan, fraksinya akan segera menginisiasi pembentukan panitia khusus (Pansus) terkait impor pangan yang dilakukan pemerintah.

Demikian disampaikan Wachid saat menanggapi perlu atau tidaknya membentuk pansus pangan ditengah gencarnya kebijakan impor pangan yang dilakukan pemerintah baru-baru ini.

"Iya (Fraksi Gerindra akan inisiasi pembentukan pansus Impor pangan). Ini Mendag sudah keterlaluan. Dikritik sana sini masih ngotot. Sangat urgen bentuk pansus pangan, karena kita amati kebijakan impor pangan ini tidak beres , Mendag disuruh siapkan data impor komoditas dan Neraca produk saja oleh komisi 6, belum dikasih," kesal Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tebu Republik Indonesia (APTRI) itu di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (05/02/2018).

Tak hanya itu, Wachid juga mengaku tak habis pikir dengan langkah pemerintah dalam hal ini Kemendag yang dengan mudah selalu menggunakan instrumen impor ditengah ketersediaan pangan yang menurut kementerian lainnya surplus.

Baca:Lagi, Pemerintah Terbitkan Izin 171.660 Ton Impor Jagung

"Mendag mestinya tidak keluarkan ijin impor komoditas pangan, terkecuali kalau sudah ada kesepakatan dengan Mentan. Kalau Mendag tetap ajukan ijin impor komoditas pangan, bisa menyengsarakan para petani," tegas Ketua DPD Gerindra Jateng itu.

Selain itu, Wachid juga mempertanyakan alasan Mendag yang akan mengimpor jagung dalam waktu dekat ini.

"Impor jagung harus jelas, jenis jagung apa? Untuk apa dan siapa?," tanya dia.

Baca:Tidak Hanya Beras, Mendag Juga Akan Impor Garam dan Gula

Saat Komisi VI meminta Mendag dan Mentan harus secepatnya jadwalkan Rapat bersama Komisi IV dan komisi VI, ungkap dia, mereka beralasan tidak bisa memenuhi undangan tersebut.

"Semestinya Senin ini tanggal 5 Februari rapat sama kita bersama Menko. Tapi batal alasan sudah terjadwal di luar. Ini tidak benar," kesal dia. (icl)

tag: #harga-pangan  #impor-pangan  #kementerian-perdagangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pemimpin Junta Myanmar Ternyata Akan Hadiri Acara di Jakarta

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 17 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pimpinan junta Myanmar, Min Aung Hlaing ternyata dijadwalkan akan menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Indonesia ...
Berita

Mahfud MD: Islam Kompatibel dengan Demokrasi

JAKARTA  (TEROPONGSENAYAN)- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, agama, khususnya Islam, dapat menerima sistem politik dan pemerintahan ...