Dubes Uni Eropa Lobi Komisi III Agar LGBT Tak Masuk RKUHP
Oleh Mandra Pradipta pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 15:04:02 WIB

Bagikan Berita ini :

41nasir-djamil-aceh.jpg
Sumber foto : Istimewa
Nasir Djamil

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Sejumlah duta besar negara uni eropa di Indonesia melobi Komisi III DPR agar perilaku LGBT tidak masuk dalam revisi UU KUHP (RKUHP). Hal itu diakui Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil.

Menurut Nasir, para duta besar negara uni eropa ini khawatir bila UU larangan LGBT sampai dicantumkan pasal pidana. Tak hanya LGBT, tetapi juga pidana zina kepada pelaku selingkuh dengan status menikah, dan yang masih bujangan atau gadis.

"Intinya mereka khawatir soal itu. Pertemuannya sendiri tertutup waktu di DPR RI," kata Nasir di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Politisi PKS ini mengungkapkan, saat pertemuan tersebut, pihaknya dalam kapasitas menerima masukan dari pada duta besar Uni Eropa tersebut.

Meski begitu, tegas Nasir, Indonesia sebagai negara berdaulat tidak bisa diintervensi negara manapun, karena masih menganut budaya timur yang menjunjung tinggi nilai agama dan moral.

"Kita negara berdaulat. Tidak bisa di intervensi. Apalagi masalah asusila ini mengancam ketahanan keluarga, sosial di masyarakat, dan ketahanan negara," ujarnya.

Diketahui, dalam revisi UU KUHP pelaku LGBT yang sudah dewasa akan dikenai pindak bila masuk ke unsur-unsur pidana seperti, melakukan perbuatan LGBT di tempat umum, mempublikasikan, dan melakukan dengan ancaman.(yn)

tag: #lgbt  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING