Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Jumat, 06 Apr 2018 - 10:03:11 WIB
Bagikan Berita ini :

Ini Kata Fraksi NasDem Soal Cuti Presiden

76syarif-abdullah-nasdem.jpg
Syarif Abdullah Alkadrie (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Konsep cuti petahana dalam pemilihan presiden memiliki perbedaan fundamental dengan cuti petahana dalam pemilihan kepala daerah. Hal itu disampaikan Sekretaris Fraksi Partai NasDem di DPR Syarif Abdullah Alkadrie.

Menurut dia, Presiden harus cuti atau tidak mesti ditinjau dari sistem ketatanegaraan yang ada.

"Saya melihat, Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Cuti Presiden tidak bisa disamakan dengan cuti Kepala Daerah, karena kita harus melihatnya dari sudut kepentingan negara," kata Syarif saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Syarif pun mengungkapkan, jika di Pilkada, petahana harus mengambil cuti sepanjang masa kampanye, namun cuti petahana di Pilpres hanya dilakukan pada hari dan jam tertentu disaat yang bersangkutan kampanye saja.

Hal itu sesuai Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 yang menyatakan bahwa bagi Presiden dan juga Wakil Presiden petahana yang akan melaksanakan kampanye diharuskan untuk mengambil cuti.

"Makanya ini harus didiskusikan secara jernih, jangan gegabah," imbuhnya.(yn)

tag: #cuti-presiden  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pelantikan IKA UNDIP Kabupaten Tangerang, Bagikan Ratusan Kacamata Baca untuk Nelayan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 22 Jun 2026
TANGERANG (TEROPONGSENAYAN) --Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) Kabupaten Tangerang resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian ratusan ...
Berita

Kolaborasi Alumni UNDIP untuk Pesisir Sukawali, Penanaman Mangrove dan Tebar Benih Ikan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Beberapa waktu lalu, kawasan pesisir Pakuhaji ramai menjadi perbincangan publik akibat polemik pagar laut. Banyak orang membahas batas wilayah, akses nelayan, hingga tata ...