Anang Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor Dosen Asing
Oleh Mandra Pradipta pada hari Minggu, 15 Apr 2018 - 12:49:36 WIB

Bagikan Berita ini :

91Anang-Ashanty1.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Anang dan Ashanty

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) –Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah ikut mengomentari rencana pemerintah mengimpor tenaga dosen asing sebagai dampak pelaksanaan Perpres No 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Politisi PAN berlatar belakang musisi ini menilai, rencana tersebut cukup beralasan bila disandingkan dengan komposisi jumlah dosen dan mahasiswa yang timpang, baik di peguruan tinggi negara (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).

"Data tahun 2014/2015  jumlah mahasiswa di PTN 1,9 juta dan di PTS 3,9 ribu. Adapun jumlah dosen PTN sebanyak 63.704 dan di PTS 108.067 dosen. Komposisi mahasiswa dan dosen dari data tersebut memang tampak timpang," kata Anang di Jakarta, Minggu (14/4/2018).

Hanya saja, lanjut Anang, data tersebut tentu mengalami perubahan seiring kebijakan Kemnristek Dikti yang cukup ketat menekankan kepada perguruan tinggi untuk merekrut dosen profesional dengan mendorong Nomer Induk Dosen Nasional (NIDN).

"Masalahnya, andai saja memang kekurangan dosen untuk bidang tertentu apa harus dengan mengimpor dosen asing?," ucap Anang bertanya-tanya.

Selain itu, Anang juga mempertanyakan bagaimana dengan persyaratan dosen asing agar dapat masuk ke Indoensia khususnya soal wawasan kebangsaan seperti empat pilar.

"Tenaga pengajar menjadi profesi strategis dalam rangka menyiapkan generasi mendatang. Pertanyaannya,  apakah dosen asing itu juga harus mengerti soal wawasan kebangsaan kita?," tegas dia.

Karenanya, menurut Anang, dampak impor dosen tidak sekadar hanya urusan kurangnya tenaga pengajar untuk bidang tertentu saja. Musisi asal Jember ini menyebut, ada aspek lainnya yang juga harus dipertimbangkan.

"Yakni soal ketahanan nasional dan ketahanan budaya.  Bagaimana dengan dosen asing untuk aspek tersebut," cetus Anang.

Anang mengatakan, ada baiknya pemerintah berhati-hati dan mengkaji dulu dampak atas dibukanya keran dosen asing masuk ke tanah air.

Ia tidak menampik, masuknya dosen asing akan terjadi alih pengetahuan dengan baik. Namun, kata dia, dampak turunannya juga harus dipikirkan.

"Saya kira dampak turunannya juga harus kita pikirkan," pesan Anang. (Alf)

tag: #partai-amanat-nasional  #kemenristekdikti  #komisi-x  #dpr  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING