Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Minggu, 22 Apr 2018 - 16:22:09 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Soroti Beredarnya Baja Asal Cina Tanpa Label SNI

88673626_720.jpg.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengaku prihatin dengan banyak beredarnya baja asal Tiongkok di Indonesia yang tak memilikipersyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagaimana diatur pemerintah.

Akibatnya, kata dia, produk tersebut tidak bisa terjamin keamanan dan keselamatannya.

"Pemerintah harus pro aktif mengatasi masalah ini. Karena menjamurnya pabrik peleburan baja teknologi tungku induksi relokasi dari Tiongkok tidak memiliki standar keamanan dan keselamatan ini beredar bebas di pasaran, sangat mengkhawatirkan," ujar Politikus PDIP itu saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Padahal, menurut Darmadi, Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) sangatlah penting dalam setiap produk, termasuk baja.

SNI, kata dia, penting untuk melindungi konsumen dari produk-produk yang belum teruji keamanannya.

"SNI bukan hanya sebatas label, masyarakat harus mendapatkan pencerahan tentang apa itu SNI dan fungsinya. Berbahaya sekali jika beredar produk tidak ada SNI termasuk baja. BSN harus mensosialisasikan tentang pentingnya SNI," tegas Bendahara Umum Megawati Institute itu.

Namun demikian, Darmadi mengatakan, terkait tidak adanya label SNI dalam produk baja yang dijual bebas tidak bisa juga serta merta menyalahkan pihak toko. Tetapi yang harus distop adalah dari pihak produsen.

"Jika SNI-nya palsu, harus diusut secara hukum. Jika hanya dilakukan dengan merazia itu bukan solusi," sambung Koordinator Komite Perekonomian DPP PDI Perjuangan ini.

Karena itu, Darmadi menyarankan, agar pemerintah mengatur dengan membuat regulasi yang tegas supaya tidak terus menjamur pabrik-pabrik pembuat baja nonstandard eks China di Indonesia.

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi ada dua registrasi SNI produk baja di Indonesia, yakni eks besi banci dan besi beton tulangan.

"Kedua-duanya markingnya sama, sehingga konsumen tidak mengerti, apakah besi beton yang dibeli aman atau tidak untuk dipakai di sektor konstruksi," ungkapnya.

"Jadi, terkait persoalan ini, bukan hanya produsen baja nasional yang kalah berkompetensi, tapi juga konsumen yang paling dirugikan, sehingga harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah," pungkasnya.

Sebelumnya, pada tahun 2016 silam, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (PKTN) juga pernah melakukan sidak lantaran produk baja tulangan beton (BjTB) yang ada di pergudangan PT Srijaya Steel Pamulang, Tangerang Selatan, diduga tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pemilik pergudangan PT Srijaya Steel, Akiong mengemukakan selama ini dia mendapatkan pasokan produk baja tulangan beton dari dalam negeri.

Meski dipasok dari dalam negeri, ironisnya, produk baja tulangan beton diproduksi oleh pabrik asal China yang tidak memiliki sertifikat terhadap produk layak dipasarkan.

"Pabrik China yang tidak punya sertifikat. Itu yang jadi masalah, Pak," ujarnya kepada Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (PKTN) Kemendag, Syahrul Mamma, di lokasi sidak, Pamulang, Kamis (14/4/2016).

Lebih lanjut, dia menerangkan, pabrik China tersebut bila memproduksi pasokan produk baja tulangan beton, maka tidak mencerminkan kekuatan, sehingga akan mudah patah. Sebab, pabrik tersebut tidak memiliki kontrol terhadap kualitas (quality control) pada produk yang sudah diproduksi.

"Hasil produksi pabrik China ini kalau dipakai, patah. Enggak ada quality control. Bisa murah, makanya kita beli," imbuh dia.

Dia menambahkan, pabrik asal China tersebut telah membuka pabriknya di beberapa wilayah, antara lain di Serang, Cilegon, Bekasi, dan Balaraja.

"Buatannya di Indonesia. Tapi pabrik China yang ada di sini. Serang, Cilegon, Bekasi, Balaraja," pungkasnya. (Alf)

tag: #komisi-vi-dpr  #kementerian-perdagangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Irwan Desak Kemendes Percepat Penyaluran BLT Dana Desa

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota DPR RI Irwan terus mendorong Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk segera menyalurkan semua bantuan langsung tunai ...
Berita

DPR Kaji Draf Perpres Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Komisi III DPR akan mengkaji draf peraturan presiden (Perpres) tentang pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme. Perpres yang diajukan oleh Kementerian Hukum dan HAM ...