Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Kamis, 17 Mei 2018 - 15:22:35 WIB
Bagikan Berita ini :

Teror Berantai, Romo Minta Jokowi dan Kapolri Legowo Mundur

53IMG-20180513-WA0032.jpg.jpg
Presiden Jokowi didampingi Menkopolhukam Wiranto dan Kapolri Tito Karnavian, di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Pansus RUU Terorisme, Muhammad Syafii menanggapi aksi penyerangan teroris di sejumlah daerah dalam sepekan. Kemarin, bahkan empat teroris kembali melakukan penyerangan brutal ke markas Kepolisian Daerah Riau.

Sebanyak empat terduga teroris ditembak mati, satu polisi Ipda Auzar dilaporkan turut meninggal seusai ditabrak mobil yang dikendarai teroris. Bahkan dua orang wartawan juga menjadi korban sebelum kemudian dilarikan ke rumah sakit.

"Pemerintah ini gagal untuk mengamankan, karena teroris dimana-mana sekarang. Lebih baik Jokowi legowo mundur aja. Terus nilai tukar rupiah terhadap dolar juga terus melemah," kata Syafii atau biasa disapa Romo kepada TeropongSenayan di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

"Yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah pemimpin yang bisa membuat rakyatnya sejahtera, keamanan terkendali, dan perekonomian stabil," tambahnya.

Tak hanya Jokowi, Romo juga menghimbau agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian danKapolda Riau Irjen Nandang juga mundur, karena keduanya telah kecolongan pasca teror bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur.

"Lihat kecolongan lagi, ini gimana deteksinya," ucap Romo penasaran. (Alf)

tag: #komisi-iii  #dpr  #jokowi  #kapolri-jenderal-pol-tito-karnavian  #terorisme  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement