Berita
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 22 Mei 2018 - 15:56:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Menkeu Tanggapi Usulan Penambahan Subsidi Solar Jadi Rp 1.500

66BBM-Solar.jpg.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan agar subsidi solar tahun 2018 ditambah menjadi Rp 1.500/liter.

Pemerintah saat ini telah mensubsidi BBM jenis solar sebesar Rp 500/liter. Kementerian ESDM mengusulkan subsidi ditambah sebesar Rp 1.000/liter, maka total subsidi solar nantinya Rp 1.500/liter.

Lantas apa tanggapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal usulan tersebut?

Menurut Sri Mulyani, semua keputusan soal wacana tambahan subsidi solar diputuskan dalam laporan kinerja APBN semester I-2018 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Sekarang UU APBN menetapkan Rp 500 per liter yang sudah tidak cukup. Oleh karena itu, apakah dalam hal ini tambahan jadi Rp 1.000 atau jumlah yang akan ditetapkan nanti, sedang terus dibahas. Nanti akan kami lapor ke dewan melalui laporan semester pertama," kata Sri Mulyani usai acara sosialisasi PP Nomor 14 Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Kenaikan alokasi subsidi ini, kata Sri Mulyani, imbas dari pergerakan harga minyak dunia yang sudah melebihi dari batas asumsi dalam APBN 2018.

"Bedanya dengan harga asumsi di APBN sangat besar, dari USD 48 per barel sekarang bahkan mencapai di atas USD 80 per barel," ungkap dia.

Tingginya harga minyak secara langsung menjadi beban bagi BUMN dalam hal ini PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Sebab, dua perusahaan pelat merah ini sangat bergantung dengan minyak. Minyak yang digunakan pun berasal dari impor sehingga biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dari biasanya.

"Maka kami akan lihat struktur biaya mereka yang mengalami tekanan karena impor minyak sudah dengan harga tinggi. Sementara harga yang disubsidi tidak mengalami perubahan. Kami sedang menghitung neraca keuangannya PLN dan Pertamina, kebutuhan untuk menjaga agar BUMN ini tetap memiliki kondisi keuangan yang sehat dan baik," jelas dia.

Meski demikian, berapa besaran yang akan ditetapkan pemerintah mengenai angka subsidi solar akan diputuskan pada saat menyampaikan kinerja APBN pada semester I-2018.

"Mengenai revisi (subsidi) nanti kami akan laporkan di laporan semester pertama, akan kami bahas dengan dewan," tutup dia.(yn)

tag: #harga-bbm  #bbm  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Sikapi Skandal Jiwasraya, DPR Upayakan Opsi PMN, Alasannya?

Oleh Bachtiar
pada hari Rabu, 08 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Dalam rapat Panja Komisi VI DPR RI pada Selasa (07/07/2020) mencuat sejumlah opsi penyelesaian masalah PT Asuransi Jiwasraya. Sejumlah opsi pun menjadi pilihan Komisi VI ...
Berita

Politisi Demokrat Pertanyakan Kehadiran TKA China Di Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon mempertanyakan kehadiran TKA China yang saat ini dipekerjaan di Indonesia. Khususnya soal perbedaan keahlian TKA China dan ...