Berita
Oleh Amelinda Zaneta pada hari Rabu, 23 Mei 2018 - 21:29:44 WIB
Bagikan Berita ini :

ICW: KPU Jangan Berubah Haluan Tolak Mantan Koruptor Nyaleg

2IMG_0692.jpeg
Dukungan untuk KPU di kantor ICW, Kalibata, Jaksel, Rabu (23/05/2018). (Sumber foto : Amel)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menetapkan peraturan tentang narapidana korupsi tidak boleh menjadi Caleg di Pileg 2019.

Sebelumnya, DPR menolak gagasan KPU melarang mantan narapidana korupsi, bandar narkotika, dan terorisme dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 22 Mei 2018.

ICW kemudian membuat petisi dan pihaknya mengklaim sudah ada 67.200 masyarakat yang mendatangani petisi tersebut dari periode April 2018.

“Hingga siang ini, sedikitnya 67.200 orang mendatangani petisi dukungan untuk KPU dichange.org/korruptorkoknyaleg,” dikutil dari press rilis ICW, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari mengatakan, KPU tidak boleh merubah keputusan karena berbeda pendapat dengan DPR.

“Sifat konsultasi DPR dengan KPU itu tidak mengikat. Jadi tidak boleh kemudian sikap KPU beralih begitu setelah konsultasi sikap itu kemudian beralih dari pernyataan KPU yang sebelumnya,” ujarnya di kantor ICW, Kalibata, Jaksel, Rabu (23/05/2018).

Ferry menambahkan, jika KPU mengubah pernyataannya itu jutru bertentangan dengan Mahmakah Konstitusi (MK).

Dalam kesempatan ini, turut hadir Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Syamsudin Alimsyah,Pendiri Constitutional and Electoral Reform Center (Correct), Hadar Nafis Gumay, Pusat Studi kontitusi Universitas Andalas Fert Amsar, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titik Amira, Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif (Kode Inisiatif). (Alf)

tag: #dpr  #icw  #komisi-ii  #kpu  #pemilu-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ridwan Tidak Buru-buru Buka Sekolah dan Pesantren, Mungkin Januari 2020

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 02 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak buru-buru membuka sekolah dan pesantren di 15 wilayah zona biru. Berdasarkan wacana yang mengemuka, sekolah baru akan dibuka pada ...
Berita

Tak Edarkan Narkoba, Dwi Sasono Minta Rehabilitasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tidak ada indikasi aktor Dwi Sasono alias DS terlibat dalam jaringan pengedar narkoba. Demikian hasil penyidikan  Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan. ...