Ketua MPR: Mana Ada Masjid Radikal
Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 07 Jun 2018 - 17:29:54 WIB

Bagikan Berita ini :

20IMG-20180607-WA0023.jpg.jpg
Sumber foto : Humas MPR RI
Zulkifli Hasan

YOGYAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Baru-baru ini masyarakat Indonesia terutama umat Islam Indonesia kaget bukan kepalang dan geram dengan munculnya isu bahwa ada sekitar 40 masjid yang diduga menyebarkan ajaran radikalisme dan intoleransi. Penolakan keras soal tersebut datang dari berbagai elemen masyarakat.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) merespon keras isu tersebut. "Tegas ya, saya tidak setuju isu tersebut, mana ada Masjid ajarkan radikalisme dan intoleransi, gak ada!!!," serunya, di tengah-tengah diskusi dengan ratusan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) peserta Semarak I'tikaf Ramadhan 1439 H, di Masjid Ulil Albab UII, Yogyakarta, Kamis (7/6/2018).

Dikatakan Zulhasan, Masjid merupakan tempat ibadah, tempat kebaikan berasal dan dikaji.  Kalau memang ada oknum pihak yang melanggar hukum atau 'gak beres', sambung dia, harus ditangkap dan diproses, jangan Masjidnya yang dicap radikal.

"Yang menyebarkan isu Masjid radikal itu cuma buat gaduh saja itu.  Kalau ada oknum yang gak beres tangkap saja jangan salahin Masjidnya, bikin gaduh saja," katanya.

Berbicara aksi radikalisme seperti bom bunuh diri, Zulhasan menegaskan bahwa dirinya seratus persen menolak aksi tersebut.  Aksi tersebut melanggar prinsip-prinsip dalam Islam dan kemanusiaan dan harus dilawan aksi-aksi radikal seperti itu. Tapi, sekali lagi jangan dibilang Masjidnya radikal nanti persepsi masyarakat akan terbentuk ke masjidnya padahal Masjid adalah tempat kebaikan.(yn)

tag: #terorisme  #mpr  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING