Soal Data Kemiskinan, Kwik Kian Gie Tuding BPS Sebar Data Hoaxs
Oleh Alfian Risfil pada hari Kamis, 19 Jul 2018 - 17:19:56 WIB

Bagikan Berita ini :

26img-20180719-wa0078-1-981489717.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Kwik Kian Gie dan Sandiaga Uno usai diskusi publik ‘Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini’ di Kantor Sekber Partai Gerindra, PKS dan PAN di Jakarta, Rabu (18/7/2018) malam.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ekonom senior Kwik Kian Gie menyebut data angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2018 sebesar 9,8% yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) penuh dengan kebohongan alias hoaks. 

Data yang diklaim sebagai angka terendah sejak era reformasi itu, menurut Kwik, merupakam pembodohan dan masuk kategori kebohongan publik.

“Bohong itu, karena tak sesuai realita. Jangan begitulah sama rakyat, mereka (rakyat) sudah tau apa yang terjadi saat ini,” kata Kwik di acara diskusi Sekber Gerindra-PAN-PKS di The Kemuning Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018) malam.

Kwik mengaku, dirinya menyangsikan capaian ini lantaran terdapat indikasi manipulasi dalam indikasi standar kemiskinan.

Menurutnya, dalam penelitian BPS, standar kemiskinan yang digunakan adalah pendapatan Rp12.900 atau kurang dari 1 dolar AS per hari (kurs dolar AS saat ini lebih dari Rp14.000).

Seharusnya, kata dia, dalam standar Bank Dunia, orang miskin adalah orang yang memiliki pendapatan 2 dolar per hari, atau hampir dua kali lipat dari standar kemiskinan yang digunakan BPS. Sehingga pemerintah sekarang menggunakan data statistik untuk melakukan kebohongan.

“Makanya ada buku sangat terkenal berjudul How to Lie With Statistic (karangan Darrel Huff), yakni bagaimana berbohong lewat data statistik. Dan itu sudah lama banyak dilakukan di sejumlah negara,” ungkap Kwik.

Kritik ini disampaikan Kwik bukan tanpa alasan. Bahkan, dia mengaku paham soal bagaimana membuat data agar terkesan pemerintahan menjalankan perekonomian baik pada saat menjabat sebagai Kepala Bappenas pada era 2001-2004.

“Jangan dilihat di kota ya, kalau di kota, di mall ya pasti (orang-orang) kaya, itu cuma berapa persen saja. Tapi lihat (orang miskin) di desa,” tandasnya. (Alf)

tag: #bps  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING