Berita

Sebut Kenaikan Harga Telur Efek Musim Haji, Gerindra: Pemerintah Amatiran!

Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Minggu, 22 Jul 2018 - 18:30:27 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

5harga-telur-melonjak-pemerintah-bakal-intervensi-V7VdfAkZsj.jpg.jpg

Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politisi Partai Gerindra Sodik Mujahid menyesalkan pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menyebut meroketnya harga telur ayam hingga tembus Rp30 ribu/Kg karena pengaruh musim haji.

Menurutnya, alasan tersebut terkesan pemerintah kebingungan dan sedang berupaya mencari-cari kambing hitam di tengah kondisi masyarakat yang kian melarat.

“Dulu, waktu kasus (harga) cabe dan tomat naik, (masyarakat) malah disuruh nanam dan sebagainya, ada juga kasus (konsumsi) daging bekicot dan lainnya. Ini menunjukkan bahwa pemerintah kita amatiran, bukan sebagai pelindung rakyat tapi pedagang,” kata Wakil Ketua Komisi VIII itu kepada wartawan di Jakarta, Minggu (22/7/2018).

Sodik kemudian membandingkan dengan kenaikan harga di era Presiden Soeharto. Dimana, saat itu ketika ada kenaikan harga komoditi maka otomatis akan menjadi perhatian serius pemerintah.

“Zaman Pak Harto kalau harga telur naik jadi isu nasional dan dibahas serius dalam rapat bidang ekuin,” ungkapnya.

Menurutnya, jika pemerintahan Jokowi tidak mampu menghadirkan solusi bagi permasalahan rakyat, sebaiknya dicukupkan saja menjadi penguasa satu periode.

“Ya.. jangan jadi penguasa dan jadi pemerintah, jadi rakyat saja kalau hanya bisa menyalahkan situasi dan tidak cari solusi dari situasi,” sindir dia.

Diketahui, sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai, harga telur ayam yang menyentuh harga Rp30 ribu karena bersamaan dengan musim haji.

“Naik sedikit. Sekali-kali naik sedikit lah. Palingan seminggu ini sudah stabil kembali,” katanya saat berkunjung ke Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (17/7/2018) lalu. (Alf)

tag: #komisi-viii  #dpr  #partai-gerindra  #kementerian-pertanian  #kementerian-perdagangan  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement