Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 23 Jul 2018 - 10:26:05 WIB
Bagikan Berita ini :

Harga Ayam Naik, Herman: Pemerintah Jangan Sibuk Pencitraan

20herman-khaeron-alus.jpg.jpg
Herman Khaeron (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron meminta Pemerintah tidak tinggal diam atas kenaikan harga jual ayam yang mencapai Rp 45.000 per kilogram.

Padahal, kata Herman, pangan merupakan komoditas yang dibutuhkan seluruh masyarakat dan dibutuhkan setiap hari.

"Jangan juga karena pencitraan data dimanipulasi, sangat bahaya dan yang susah rakyat," kata Herman saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini mengaku, dirinya sudah memprediksi kenaikan harga pangan ini. Pasalnya, Pemerintah belum bisa menjaga daya beli masyarakat dengan tindakan yang nyata.

"Pangan sebagai urusan penting harus betul-betul dijaga ketersediaan dan keterjangkauanya. Sejak awal saya sampaikan bahwa kenaikan harga BBM dan Listrik pada akhirnya akan menaikan harga-harga lainnya," jelasnya.

"Harus ada upaya yang nyata dan memadai disisi budidaya, jangan menganggap enteng urusan pangan," tegasnya.

Diketahui, para pedagang daging ayam di pasar tradisional Kabupaten dan Kota Magelang, Jawa Tengah, kompak tidak berjualan, Minggu (22/7/2018).

Mereka protes dengan harga daging dari peternak yang melambung tinggi belakangan ini, karena pasokan dari peternak yang sulit empat hari ini.

Ditambah, harga ayam hidup dari peternak Rp 25.000 per kilogram. Harga ini dinilai masih tinggi dari biasanya yang tidak sampai Rp 20.000 per kilogram.

Sebelumnya, harga jual menjelang hingga sesudah Lebaran berkisar di angka Rp 35.000-36.000 per kilogram. Dan kini menyentuh di harga jual Rp 45.000.(yn)

tag: #hermankhaeron  #wakilrakyat  #harga-pangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politikus PDIP: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang, Hanya Akan Menimbulkan Kematian Massal

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah langkah dan strategi disiapkan pemerintah termasuk melibatkan aparat ...
Berita

Guru Besar IPB :  New Normal Berlaku Jika Covid-19 Tidak Bertambah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar menjelaskan Indonesia baru mencapai situasi new normal jika jumlah kasus Covid-19 baru secara harian ...