Berita

Data Kementan Amburadul, DPR Akan Panggil Menteri Amran

Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 27 Jul 2018 - 16:38:51 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

581.jpg.jpg

Jokowi dan Mentan Amran Sulaiman saat panen raya padi di Sukoharjo. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politisi Senayan menyoroti kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang kerap menyuguhkan data tak konkrit dengan kondisi riil di lapangan. Salah satunya terkait harga telur dan daging ayam yang melambung di pasar. 

Anggota Komisi IV dari Fraksi PPP, Zainut Tauhid Saadi menilai, peryataan Kementerian pimpinan Menteri Amran Sulaiman soal pasokan ayam dan telur tak sesuai fakta di pasar, alias amburadul.

“Kementan sering mengatakan barang-barangnya ada dan cukup, namun faktanya harga di masyarakat tinggi. Ini kan berarti ada masalah (data),” kata Zainut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

DPR, lanjut dia, khususnya Komisi IV membutuhkan penjelasan yang konkrit dari Kementan terkait persoalan ini. 

Namun, yang terpenting dilakukan Kementan saat ini menurut Zainut adalah sesegera mungkin mencari solusi mengatasi masalah di lapangan.

“Jika mereka (Kementan) tidak siap, impor menjadi pilihan terakhir. Akan tetapi, jika memang nantinya harus impor, imbasnya pasti akan merugikan para peternak. Kementan harus bertanggung jawab, memberikan data yang sebenarnya untuk kepastian apakah barang (telur dan daging ayam) itu ada atau tidak,” kritik Zainut.

Di samping itu, Ia mengingatkan satuan tugas (Satgas) pangan harus bekerja efektif untuk memastikan realitas kondisi di lapangan dan cepat mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan ini. 

“Hasil dari temuan yang dilakukan Satgas itu juga sejatinya harus dipublikasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat juga tahu di mana letak sumbatannya,” ucapnya. 

Senada, Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat, Viva Yoga Mauladi menyatakan pihaknya akan memanggil Kementan. Selain untuk meminta penjelasan isu harga telur dan daging ayam yang tengah melambung tinggi, juga terkait isu pangan nasional.

Penjelasan Kementan, dikatakan Viva, sangat diperlukan karena bertujuan untuk kebaikan kinerja Kementerian itu sendiri, termasuk lemahnya koordinasi dengan Kementerian-kementerian terkait seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). 

Sebelumnya, Ketua Satgas Pangan Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan sehinga belum bisa memaparkan temuannya ke masyarakat. 

Satgas, diakui Setyo bahkan belum memeriksa pihak manapun yang diduga menjadi bagian dari permaslahan ini. 

"Belum ada yang kita mintai keterangan, karena sifatnya masih lidik (penyelidikan). Masih pengumpulan data," kata Setyo kemarin. (Alf)

tag: #komisi-iv-dpr  #kementerian-pertanian  

Bagikan Berita ini :