Berita
Oleh Amelinda Zaneta pada hari Minggu, 26 Agu 2018 - 13:37:06 WIB
Bagikan Berita ini :

Deklarasi #2019GantiPresiden, Pengamat: Itu Aspirasi Masyarakat

96Ganti-Presiden-australia.jpg.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Gerakan #219GantiPresiden mendapat beberapa penolakan di beberapa daerah di Indonesia. Hal itu disesalkan pengamat politik Ujang Komarudin.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu mengatakan, gerakan tersebut tidak boleh ada yang melarang.

“Jika itu betul-betul aspirasi kelompok dalam masyarakat itu wajar,” ujarnya saat dihubungin, Jakarta, Minggu (26/8/2108).

Justru, terang Ujang, negara harus melindungi gerakan yang merupakan hak warga menyampaikan aspirasinya.

“Dan gerakan #2019GantiPresiden juga merupakan aspirasi masyarakat yang harus dilindungi dan dijaga. Semua kita tempatkan dalam kerangka menjada demokrasi di Indonesia,” pungkasnya.

Dirinya berharap agar polisi berperan serta demi mengamankan suasana kondusif dan melindungi gerakan tersebut.

“Tugas polisi menjaga keamanan. Baik bagi yang mengadakan acara #2019 ganti presiden maupun bagi kelompok masyarakat yang menolak,” tutupnya.

Ujang menambahkan, aparat kepolisian harus mengusut aktor intelektual penolakan secara massal terhadap deklarasi gerakan #2019GantiPresiden.(yn)

tag: #2019gantipresiden  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Diduga Libatkan Gubernur Papua Barat, KPK Diminta Usut Tuntas Kasus Wahyu Setiawan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 13 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Peneliti Transparency International Indonesia (TII) Alvin Nicola meminta KPK mengusut tuntas kasus Wahyu Setiawan yang diduga tidak hanya menerima suap dari politisi Harun ...
Berita

Jazilul Sepakat Rencana Pemerintah Bubarkan Lembaga Yang Tak Produktif

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mendukung rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang ingin membubarkan lembaga yang ...