Berita

Mendag: Tanpa Impor Beras Indonesia Bisa Chaos

Oleh M Anwar pada hari Jumat, 14 Sep 2018 - 08:56:21 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

75enggartiasno-lukito.jpg.jpg

Enggartiasto Lukita (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa pemerintah harus mengimpor beras. Jika tidak, kata dia, Indonesia terancam defisit beras.

Ia menjelaskan, pada akhir tahun lalu, stok beras di Tanah Air turun tajam. Stok beras pemerintah di gudang Bulog bahkan sempat minus. Saat ini, pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan beras rastra bagi masyarakat kurang mampu. 

"Ada dua pilihan. Kalau impor pasti di-bully, kalau tidak impor siapa pun pemerintahnya akan jatuh dengan chaos. Itu konsekuensi politik yang ada," ujar Enggar, Kamis (14/9/2018).

Baca juga: Hanya Ungkap Fakta Impor Ugal-ugalan, RR: NasDem Kok Baper

Ia menekankan Indonesia hampir selalu mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan domestik. Apalagi, saat ini, lahan pertanian di tanah air terus tergerus. 

"Hanya di zaman orba (orde baru), itu pun satu periode tertentu, kita tidak impor beras. Di luar itu, kita selalu impor beras," tegas dia.

Baca juga: Rizal Ramli ... Rakyat Kecil di Belakangmu 

Enggar mencontohkan, pada 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan untuk impor sebanyak 2,5 juta ton. Impor dilakukan guna meredam gejolak politik yang mungkin terjadi jelang Pilpres jika harga beras terus naik.

Kemudian pada 2015 hingga 2015, Menteri Perdagangan Thomas Lembong juga memutuskan impor beras sebanyak 1,5 juta ton. Baik SBY maupun Thomas Lembong, menurut dia, melakukan impor beras secara G to G (government to government) sehingga mendapat harga lebih murah. 

"Langkah yang diambuil mereka benar. Saya tidak berani, saya pilih tender terbuka yang transparan, meski harga lebih mahal. Tender terbuka semua bisa melihat, termasuk KPK," ungkap dia. 

Baca juga: Rizal Ramli Disarankan Abaikan Somasi Partai NasDem

Ia pun menekankan setiap keputusan impor tak dilakukan sendiri, melainkan melalu rapat koordinasi di tingkat Kementerian Koordinator Perekonomian. Rapat juga dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Pertanian, Dirut Bulog, dan Deputi Menteri BUMN.

Enggar sepanjang tahun ini telah mengeluarkan izin impor 2 juta ton beras. Izin impor diberikan secara bertahap, yakni 500 ribu ton sebanyak dua kali serta 1 juta ton.(yn/cnnindonesia)

tag: #impor-beras  #kementerian-perdagangan  #rizal-ramli  

Bagikan Berita ini :