Koalisi Jokowi-Ma'ruf Tawarkan Lima Program Unggulan
Oleh Ferdiansyah pada hari Jumat, 14 Sep 2018 - 17:39:57 WIB

Bagikan Berita ini :

39Irma-Suryani-Chaniago-Fraksi-NasDem-Komisi-IX-DPR-RI.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Irma Suryani Chaniago

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Koalisi partai politik pengusung bakal capres dan cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin menawarkan lima program unggulan untuk lima tahun kedepan. Namun pembangunan infrastruktur tidak masuk dalam program tersebut.

"Untuk infrastruktur sudah hampir selesai, itu tanggung jawab untuk menjembatani satu wilayah dengan daerah lain," kata juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago dalam diskusi bertajuk 'Mengintip Visi-Misi Capres-Cawapres' di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Dia menjelaskan, kelima program tersebut adalah pertama, pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Kedua, pengurangan kesenjangan antar wilyah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman. 

Ketiga, peningkatan nilai tambah ekonomi dan prnciptaan lapangan pekerjaan melalui pertanian industri pariwisata dan jasa produktif lainnya.

Keempat, Pemantapan energi, pangan dan sumber daya air, dan kelima, ketahanan nasional dan suksesnya pemilu.

Menurut dia, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus koalisi Jokowi-Ma'ruf, selama ini melalui kebijakan pendidikan dasar ditambah kemampuan masyarakat dengan memberikan keterampilan dalam Balai Latihan Kerja (BLK).

Irma menjelaskan, koalisi Jokowi-Ma'ruf tidak menjual mimpi dan ilusi namun memberikan bukti-bukti nyata misalnya membangun sumber-sumber air di berbagai tempat seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami tidak janji namun kerja meskipun belum paripurna karena masih ada kurang. Visi misi kami membumi, tidak menjual mimpi dan ilusi," ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR RI itu mengatakan empat tahun pemerintahan Jokowi memang belum semua hal tercapai karena ada keterbatasan anggaran dalam APBN.

Menurut dia, Nawacita dibuat untuk dua periode misalnya pembangunan infrastruktur belum bisa dirasakan langsung hari ini karena baru terasa 10 tahun kedepan misalnya pertumbuhan ekonomi berkembang karena ekspedisi lebih cepat.

"Nawacita memang dibuat untuk dua periode, infrastruktur belum dirasakan hari ini karena 10 tahun kedepan pertumbuhan ekonomi bergeliat karena ekpedisi sampai lebih cepat sehingga banyak pertambahan nilai dari pembangunan jalan tol," katanya.

Pengamat politik Emrus Sihombing dalam diskusi tersebut mengatakan visi yang disampaikan para kandidat harus diturunkan dalam bentuk program-program konkret untuk mengatasi persoalan bangsa, tidak hanya ekonomi.

Dia menilai tidak cukup hanya fokus menyelesaian persoalan ekonomi namun harus holistik.

"Pasangan calon harus turunkan visi kedalam program mengenai aspek kehidupan yang dihadapi masyarakat," katanya.(yn/ant)

tag: #jokowi  #jokowimaruf-amin  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING