Berita
Oleh Amelinda Zaneta pada hari Sabtu, 13 Okt 2018 - 17:18:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Harga BBM Naik Lalu Diralat, Demokrat Sebut Komunikasi Pemerintahan Jokowi Buruk

76antri_spbu.jpg.jpg
Ilustrasi antri BBM (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) —‎Presiden Jokowi sudah memutuskan menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Namun, cerita dibalik keputusan penundaan tersebut menjadi sorotan banyak pihak.

Pasalnya, sebelummya Menteri ESDM, Ignatius Jonan melalui jumpa pers menyatakan kenaikan BBM berlaku per pukul 18.00, Rabu (10/10/2018). Namun dalam hitungan jam hal itu tiba-tiba diralat atas intruksi Jokowi.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menilai, hal ini akibatkomunikasi antar menteri di Pemerintahan Jokowi yang buruk.

Imelda Sari menyebut, dari sisi komunikasi apa yang disampaikan oleh Menteri ‎Jonan soal kenaikan BBM, kemudian diralat dalam hitungan menit menunjukkan ada miskordinasi.

Imelda Sari pun menghimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali kedepannya.

“Soal komunikasi yang buruk di pemerintahan saya kira ke depan harus diperbaiki,” ujar Imelda Sari dalam diskusi 'BBM dan Situasi Kita' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Selain itu, dia mengatakan, hal tersebut juga akibat waktu yang dibutuhkan pemerintah untuk membahas perihal kenaikan tarif BBM ini hanya sedikit.

“Karena waktunya sangat pendek dan yang sangat penting juga harus diwaspadai tentu adalah dari sisi ketika rupiah terus digerus oleh Dollar karena kebijakan dari the fedyang juga tidak akan berhenti sampai dengan Desember ini,” paparnya.

Di sisi lain, dia menghimbau pemerintah untuk memperhatikan APBN yang menurutnya kian terjepit lantaran melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

“Arahnya tentu pada APBN kita yang tetap harus dijaga, sehingga tidak menjadi apa yang disebut bom waktu kepada pemerintahan sekarang,” tuturnya.

Sebelumnya, Pertamina memutuskan untuk BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO lantaran rata-rata harga minyak mentah dunia selama 3 bulan terakhir sudah menembus level US$ 80 per barel.

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1969 K/12/MEM/2018 tentang Penetapan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) September 2018, harga minyak mentah utama dan minyak mentah lainnya ditetapkan US$ 74,88 per barel. Besaran ini naik dibanding Agustus US$ 69,36 per barel. (Alf)

tag: #partai-demokrat  #bbm  #menteri-esdm  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politikus PDIP: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang, Hanya Akan Menimbulkan Kematian Massal

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah langkah dan strategi disiapkan pemerintah termasuk melibatkan aparat ...
Berita

Guru Besar IPB :  New Normal Berlaku Jika Covid-19 Tidak Bertambah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar menjelaskan Indonesia baru mencapai situasi new normal jika jumlah kasus Covid-19 baru secara harian ...