Berita

Tanggapi Tuntutan Aksi Bela Tauhid, Wiranto Akan Pertemukan Pimpinan Ormas Islam

Oleh Ferdiansyah pada hari Jumat, 02 Nov 2018 - 21:06:40 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

3920181102_210419.jpg.jpg

Wiranto bersama perwakilan massa Aksi 211 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Menko Polhukam Wiranto menegaskan akan menindaklanjuti tuntutan massa Aksi Bela Tauhid atau Aksi 211. Wiranto juga akan menyampaikan tuntutan massa aksi kepada Presiden RI Jokowi. 

Selain itu, dia juga berjanji akan mengupayakan pertemuan pimpinan ormas-ormas Islam terkait peristiwa pembakaran bendera bertuliskan tauhid yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai bendera HTI.

"Dengan semangat kebersamaan, semangat ukhuwah islamiyah, kita (akan) membincangkan. Masing-masing menyampaikan argumentasi tentang pendapatnya soal ini sehingga sudah terjadi satu hal yang kita memahami bersama bahwa yang pertama tentunya saya akan menyampaikan pertemuan ini kepada presiden RI Pak Jokowi," kata Wiranto dalam jumpa pers bersama perwakilan massa Aksi 211 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018). 

Diharapkan, pertemuan dengan ormas-ormas Islam tersebut nantinya akan menemui kesepahaman. 

Wiranto mengaku, bahwa dampak atas peristiwa pembakaran bendera di Garut harus diselesaikan bersama. 

"Karena ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Tidak bisa diselesaikan satu kelompok ya, justifikasi merasa benar, nggak bisa," sambungnya.

Selain itu, Wiranto juga berpesan agar umat Islam tetap dalam suasana damai dan tenang. Polemik bendera itu menurutnya tidak boleh membuat perpecahan antar anak bangsa. 

"Kita sama-sama tadi bersikap bahwa jangan sampai masalah ini menjadi salah satu (yang) menyebabkan satu sama lain kita tidak akur, satu sama lain kita berbeda pendapat. Jangan sampai terjadi sesuatu yang merugikan kepentingan bangsa," terang dia.

Diketahui, dalam aksinya massa Aksi Bela Tauhid menyampaikan 5 tuntutan atas peristiwa pembakaran bendera berkalimat tauhid ke Menko Polhukam Wiranto. 

Perwakilan aksi 211 juga meminta masyarakat tetap menjaga kerukunan.

"Aksi pada siang menjelang sore hari ini, yang pertama, kami tentu menuntut kepada pemerintah Indonesia pernyataan resmi bahwa bendera Rasulullah bukan bendera ormas apa pun," kata perwakilan Aksi 211 Awit Mashuri. 

Berikut 5 tuntutan umat Islam dalam Aksi Bela Tauhid 211 yang dibacakan dalam jumpa pers:

1. Menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia untuk membuat pernyataan resmi bahwa bendera tauhid adalah bendera Rasulullah SAW bukan bendera ormas apa pun, sehingga tidak boleh dinistakan oleh siapa pun. 

2. Menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia untuk memproses hukum semua pihak yang terlibat dalam pembakaran bendera tauhid, baik pelaku maupun aktor intelektual yang mengajarkan dan mengarahkan serta menebar kebencian untuk memusuhi bendera tauhid. 

3. Mengimbau kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah diadu domba oleh pihak mana pun. 

4. Mengimbau kepada umat beragama agar menghormati simbol-simbol agama dan selalu menjaga kebinekaan sehingga tidak ada lagi persekusi atau penolakan terhadap pemuka agama atau aktivis di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

5. PBNU wajib meminta maaf kepada umat Islam atas pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh anggota Banser di Garut dan PBNU harus dibersihkan dari liberalisme dan aneka paham sesat menyesatkan lainnya karena NU adalah rumah besar Aswaja. (Alf)

tag: #wiranto  #banser  

Bagikan Berita ini :