Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 05 Nov 2018 - 13:54:31 WIB
Bagikan Berita ini :

Rizal Ramli Tantang Jokowi dan Prabowo Berantas Mafia Pangan

96rizal-tscom.jpg.jpg
Rizal Ramli (Sumber foto : Dok/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menantang calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk memberantas mafia pangan.

Hal itu ia utarakan melalui akun media sosial twitter, @RamliRizal, Senin (5/11/2018). Ia mengaku telah melontarkan tantangan terhadap Prabowo melalui adiknya, Hashim Djojohadikusumo.

"Saya tanya Hashim, adik PS (Prabowo Subianto), jika seandainya Prabowo menang April 2019, akankah PS negosiasi dgn mafia quota impor pangan? Hashim bersumpah bahwa PS tidak akan kompromi," cuit Rizal.

Setelah mendengar jawaban dari kubu Prabowo, Rizal pun menyampaikan tantangan yang sama kepada Jokowi.

"Saya juga ingin bertanya ke Mas @jokowi, apakah akan tetap membiarkan Mafia Pangan jika terpilih lagi 2019?," tulisnya.

Menurut Rizal dalam keadaan tertentu seperti cuaca panas berkepanjangan, impor dibutuhkan untuk menutupi kebutuhan. Namun impor itu dilakukan untuk jangka pendek, jika tidak maka berpotensi munculnya mafia.

"Jika cuaca panas sekali, seperti El Nino, impor tidak bisa dihindarkan. Yang penting, jika betul-betul ada kelangkaan, impor boleh tapi hanya untuk jangka pendek. Tetapi impor ugal-ugalan karena kelangkaan buatan artificial scarcity adalah kejahatan. Merugikan petani, konsumen dan perekonomian negara," kata dia.(yn)

tag: #rizal-ramli  #impor-pangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kementan dan IDI Kembangkan Aromaterapi Eucalyptus

Oleh Rihad
pada hari Senin, 06 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kementerian Pertanian (Kementan) menjajaki kerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) untuk mengembangkan produk aromaterapi berbahan dasar tanaman ...
Berita

Jemaah Haji Wajib Pakai Masker dan Dilarang Sentuh Kabah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Arab Saudi memutuskan untuk membatasi jumlah jemaah domestik yang menjalani ibadah haji hanya sekitar 1.000 jemaah guna mencegah penyebaran virus corona. Arab Saudi ...