Berita

Kubu Jokowi Bantah Pernyataan Natalius Pigai soal Jalan Trans-Papua

Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 11 Des 2018 - 23:42:22 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

80kubu-jokowi-sayangkan-sikap-natalius-pigai-soal-jalan-trans-papua-kWbWWKyfj8.jpg.jpg

Presiden Jokowi menjajal jalan Trans Papua dengan naik motor trail di ruas Wamena-Mamugu 1, Papua, 10 Mei 2017 lalu. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Fraksi Hanura DPR RI, Inas N Zubir membantah pernyataan aktivis kemanusiaan Natalius Pigai, yang menyebut pembangunan infrastruktur era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jauh lebih hebat dibanding era Jokowi.

"Natalius Pigai mengatakan dalam debat di salah satu stasion Tv swasta, pada tanggal 4 desember 2018, bahwa SBY sudah  membangun 9 ruas jalan Trans Papua dan Jokowi hanya 1 ruas jalan dan tidak ada yang lain, padahal faktanya tidak demikian. Itu (pernyataan Natalius) hoax," kata Inas kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Ketua DPP Hanura ini menjelaskan, berdasarkan data pembangunan dan pemeliharaan jalan dari Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR, total pembangunan Trans-Papua era Habibie, Gus Dur, dan Megawati adalah sepanjang 2.078 km tanpa perkerasan dan pembangunan Trans-Papua era SBY dimulai pada 2007 hingga 2014 adalah sepanjang 1.211 kilometer.

“Sedangkan pembangunan Trans-Papua era Jokowi 2015 s/d 2018 sepanjang 870 Km, dari proyeksi s/d 2019 sepanjang 1.041 kilometer,” jelas tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf itu seperti dikutip dari okezone.com.

Selain itu, sambung Inas, total jalan nasional di Papua yang dibangun di era SBY adalah sepanjang 4.040 km dan pemeliharaan ataupun pengaspalan ulang sepanjang 18.263 km. Sedangkan total jalan nasional di Papua yang dibangun di era Jokowi adalah sepanjang 1.982 km dan pemeliharaan atau pengaspalan sepanjang 14.367 km.

“Berdasarkan data ditjen Bina Marga pula diperoleh fakta bahwa ruas/segmen 1 hingga 9 kondisinya rusak parah. Bahkan ada yang sudah tidak bisa dilalui sehingga diperlukan pemeliharaan dengan perkerasan dimana pekerjaan tersebut sedang dan sudah dilaksanakan terhadap 6 ruas jalan dengan perkerasan 3 ruas jalan diaspal kembali,” pungkasnya.

Natalius: SBY Bangun 9 Ruas Jalan di Papua, Jokowi Baru 1

Diketahui, sebelumnya aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai mengungkapkan, bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru membangun satu ruas jalan di Papua.

Hal ini disampaikannya pria kelahiran Paniai, Papua itu di sebuah acara televisi TVOne, baru-baru ini.

Natalius Pigai kemudian membandingan kinerja pemerintahan Jokowi dengan era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam hal pembangunan infrastuktur ruas jalan di tanah Papua.

Dia menuturkan, pemerintahan SBY membangun lebih banyak ruas jalan dibanding Jokowi.

"Ya, dan jangan salah ya. Di Papua itu ada sembilan ruas jalan yang sudah dibangun oleh SBY," kata Natalius Pigai dikutip dari akun twitternya, @NataliusPigai2.

"Ruas jalan ya ini, ruas jalan berbeda dengan peningkatan, pengaspalan, perluasan. Pembukaan yang baru itu yang ini. baru jokowi satu-satunya," beber Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017 itu.

"Jadi kita tidak bisa bilang Jokowi membangun infrastruktur di Papua, lain yang pembangunan yang normal saja," ucap Natalius Pigai.

"Tetapi satu ruas jalan yang menyebabkan 31 orang mati, inilah satu satunya kerjaan (era) presiden Jokowi," ungkapnya.

Selain itu, Natalius Pigai juga mengungkapkan alasan kenapa dirinya selama ini selalu mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi.

Dilansir dari aceh.tribunnews.com, menurut Natalius Pigai, perlakuan pemerintah pada zaman SBY lebih memanusiakan masyarakat Papua ketimbang era Jokowi.

Hal tersebut, kata dia, terlihat dari banyaknya orang Papua di lingkaran terdekat SBY untuk diajak bicara dalam menangani seluruh persoalan di Papua.

"Jadi kalau saya bandingkan dengan SBY, SBY justru memanusiakan orang Papua, mengangkat orang Papua bahwa orang Papua juga hebat di republik ini," lanjutnya.

"Dibandingkan sekarang, Jokowi, siapa yang dia jadikan partner dalam berdiskusi dan dialog tentang persoalan di Papua? Hanya dirinya sendiri," ujar Natalius Pigai.

"Jadi kalau dia menjadikan partner bicaranya itu pas-pasan, maka ya sama saja dengan merendahkan martabat Papua. Jadi jangan menganggap remeh orang Papua," ucap Natalius Pigai.

Sementara, Natalius Pigai menilai saat ini Jokowi tidak memilih orang-orang yang berkompeten untuk membantu dalam menyelesaikan persoalan Papua.

Oleh sebab itu, lanjut Natalius Pigai, kebijakan pemerintah kerap tak menjadi solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh orang Papua.

"Saya kasih pesan ke Jokowi bahwa jangan dengar orang-orang yang tidak berkualitas, tidak kompeten untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Papua," tuturnya.

Kritik lainnya ia sampaikan dalam cuitan lewat akun Twitternya @NataliusPigai2.

Natalius Pigai secara terang menentang Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan dalam hal menunjuk TNI bangun jalan.

"Saya menentang Jokowi dan Luhut karena menunjuk TNI bangun jalan. Saya katakan Suharto saja tidak berani, OPM anggap karyawan bagian dari militer. Luhut malah tawarkan jabatan memimpin Badan Otoritas. Saya tolak mentah2," tandasnya. (Alf)

tag: #partai-hanura  #jokowi  #papua  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement