Bisnis
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Kamis, 13 Des 2018 - 15:33:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Menperin: Industri Olahan Buah Indonesia Sangat Potensial

98Airlangga H.jpg.jpg
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto menyebut industri olahan buah Indonesia memiliki potensi untuk berkembang, mengingat Indonesia merupakan negara tropis penghasil buah-buahan yang beraneka ragam.

Hanya saja, menurut Airlangga potensi tersebut harus didukung dengan penerapan teknologi terkini agar dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri dan produk berdaya saing tinggi.

“Konsumsi olahan buah masyarakat Indonesia yang masih rendah memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan meningkatnya penghasilan masyarakat,” kata Airlangga, seperti dilansir Antara, Kamis (13/12/2018).

Apalagi, Indonesia juga diklaim Airlangga merupakan negara eksportir utama produk olahan buah di dunia utamanya nanas dalam kaleng.

Menurut Airlangga Kemenperin berkomitmen untuk membangun industri manufaktur nasional yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi industri 4.0.

Revolusi industri 4.0 tidak hanya berpotensi luar biasa dalam merombak industri manufaktur, tetapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia.

“Kami lihat banyak negara, baik yang maju maupun berkembang, telah memasukkan gerakan ini ke dalam agenda nasional mereka,” paparnya. (ahm)

tag: #kementerian-perindustrian  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...