Opini
Oleh Natalius Pigai (Saksi Debat dan Aktivis Kemanusiaan) pada hari Sabtu, 19 Jan 2019 - 21:47:36 WIB
Bagikan Berita ini :

Prabowo Lima Kali Berbalik Salam, Humble dan Humanis.

41images (86).jpeg.jpeg
Natalius Pigai (Saksi Debat dan Aktivis Kemanusiaan) (Sumber foto : ist)

Sedari awal memasuki podium hingga selama debat berlangsung capres Jokowi sama sekali tidak sapa dan salami pendukungnya. Bahkan kepada Ibu Megawati dan Yenni Wahid sekalipun. Sedangkan Prabowo lima kali salami kami, bahkan beliau memeluk saya tanda kasih sayang, sembari berkata “Saya hebat Karena kalian”.

Itulah cermin humanisme yang muncul dari iner sircle pribadinya. Bahkan rakyat Indonesia telah menyaksikan nilai seni yang di tunjukkan oleh Prabowo Subianto. Sedangkan Jokowi lebih cenderung egois dan monopoli mengabaikan Ma`ruf Amin sebagai Calon Wapres. Perilaku yang dipertontonkan ini sudah cukup bagi saya dalam mengambil keputusan untuk menyatakan tidak kepada Joko Widodo.

Untuk mempertanggungjawabkan pernyatan saya, silakan buka CCTV karena detik demi detik saya memperhatikan secara serius.

(Natalius Pigai, Saksi Debat dan Aktivis Kemanusiaan)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #prabowo-subianto  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Opini Lainnya
Opini

“Perang Sudah Berakhir”? Membongkar Narasi, Data, dan Kepentingan di Balik Klaim Donald Trump

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Minggu, 03 Mei 2026
Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perang melawan Iran telah “berakhir” bukan sekadar klaim politik. Ia adalah pintu masuk untuk membaca bagaimana kekuasaan bekerja: melalui bahasa, ...
Opini

Menjemput "Abad Asia": Menguji Kesiapan SDM Indonesia di Tengah Pergeseran Geopolitik Global

*JAKARTA, TeropongSenayan* – Memasuki kuartal kedua abad ke-21, dunia sedang menyaksikan pergeseran tektonik yang tak terelakkan. Pusat gravitasi ekonomi dan politik global secara konsisten ...