Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Jumat, 15 Feb 2019 - 12:11:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Sholat Jumat Prabowo: Tidak Diumumkan Ditanya, Diumumkan Malah Ditolak

tscom_news_photo_1550207492.jpg
Prabowo Subianto (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, rencananya akan salat Jumat di Masjid Agung Semarang alias Masjid Kauman, (15/2/2019) siang ini. Namun,ketua takmir masjid, Hanief Ismailmengaku keberatan dengan rencana itu.

KeberatanHanief kemudian ditafsirkan oleh sejumlah pihak sebagai upaya pelarangan berbau politis.

Karena, selain sebagai ketua masjid, Hanief saat ini juga menjabat Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang. Jabatan tersebut memunculkan anggapan bahwa penolakan ini karena dia punya posisi strategis di NU, ormas yang notabene tetuanya kini mendampingi Capres petahana Jokowi sebagai calon wakil presiden, Ma'ruf Amin.

Wakil Ketua DPRFahri Hamzah mengaku bingung atas penolakan Hanief tersebut. Menurut Fahri, perlakuan yang menimpa Prabowo cukup membingungkan.

"Ini, kan justru menjadi kontraproduktif. Di satu pihak ada yang menanyakan salat Jumatnya Pak Prabowo di mana ditanyakan, begitu kemudian beliau diumumkan akan salat di satu Masjid Agung Jawa Tengah, malah dilarang. Nah ini semuanya apa?" kata Fahri di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wahid juga mengatakan itu."Masak salat Jumat biasa enggak boleh?" katanya. (Alf)

tag: #prabowo-subianto  #fahri-hamzah  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politisi NasDem Ahmad Sahroni Sesalkan Penundaan Pengesahan RUU PKS

Oleh windarto
pada hari Minggu, 05 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyesalkan Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dikeluarkan dari Program Legislasi Nasional ...
Berita

Pengamat Ini Sebut Indonesia Tak Pernah Sungguh-sungguh Reformasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Direktur Eksekutif Government and Political Studies (GPS), Gde Siriana Yusuf, menilai reformasi yang dibangun pasca jatuhnya rezim Soeharto hingga kini tak pernah ...