Berita

Pilih Pemimpin Bangsa, Rakyat Harus Memiliki Pengetahuan yang Cukup

Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 06 Mar 2019 - 00:11:59 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1551805919.jpg

Jokowi Vs Prabowo saat Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengajak masyarakat cerdas menggunakan akal sehat dalam memilih calon pemimpin pada Pilpres 2019. Sebab, menurut Fahri, seorang presiden adalah pemimpin bangsa.

Karenanya, Fahri menyebut, pilihan itu dasarnya haruslah dengan bekal dan pengetahuan yang cukup. Tidak boleh pilihan pemimpin itu dasarnya hanya semata nafsu.

"Itulah sebabnya kita perlu belajar penggunaan hak-hak kita supaya jangan salah. Karena itu, kita perlu ilmu, belajar tentang situasi secara objektif dan harus mau dan bersedia menkonfirmasi pikiran-pikiran kita," kata Fahri dihubungi wartawan, Selasa (5/3/2019).

Bahkan, lanjut salah satu inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu, masyarakat yang mempunyai hak pilih, harus merenungkan kembali pikiran-pikiran, harus ditradisikan sebagai tradisi yang baik.

“Terkait dengan itu, maka kita belajar tentang negara. Karena negara itu adalah entitas yang paling sulit dinilai kinerjanya, mengingat dia terlalu luas," ujarnya.

Makanya, lanjut dia, di dalam konsep orang bernegara, sering terkadang mengatur dan mencoba bagaimana agar negara itu lebih mudah dikelola, dan diserahkan kepada banyak orang yang mengelola, bukan dimonopoli oleh sekelompok orang.

“Nanti kita tahu sebenarnya, diantara orang-orang itu siapa yang sebenarnya mempunyai kapasitas memimpin negara. Sebab tidak semua orang memiliki kapasistas itu," tambah Fahri.

Pimpinan DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu menambahkan, ada orang yang nampak baik, kelihatan sopan santun dan sebagainya tetapi apakah dia punya kapasitas untuk mengelola organisasi sebesar negara? Justru itu pertanyaannya.

“Karena itu, kita tak boleh terjebak hanya karena faktor like and dislike, hanya karena suka, atau pun hanya karena emosi memakai perasaan," pesan Fahri. (Alf)

tag: #jokowi  #pilpres-2019  #prabowo-subianto  #fahri-hamzah  

Bagikan Berita ini :