Editorial

Masih Ada Kawan Abadi Dalam Politik

Oleh pamudji pada hari Jumat, 22 Mar 2019 - 06:52:02 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1553212322.jpeg

Erwin Aksa dan Cawapres 02 Sandiaga Salahuddin Uno (Sumber foto : ist)

Dalam politik ada teori bunyinya begini: tak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan. Tampaknya para politisi harus rela mengoreksi. Sebab, ternyata masih ada kawan abadi dalam politik.

Kalau tidak percaya, silakan bertanya kepada Cawapres 02 Sandiaga Salahuddin Uno dan politisi sekaligus pengusaha, Erwin Aksa. Keduanya telah membuktikan bahwa masih ada kawan abadi dalam politik.

Pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Sandi dan Erwin seiring-sejalan, seiya-sekata, serta senasib-sepenanggungan. Kala itu,  Erwin ada di samping Sandi menjalani hari-hari nan mendebarkan sebelum,selama, dan setelah pilkada. Bersama Anies Baswedan, Sandi akhirnya berhasil memenangi pemilihan. Semua orang tahu, ada peran Erwin di balik kemenangan itu.

Kini, menjelang Pilpres 2019, Erwin kembali hadir di sisi Sandi. Sekali kawan, tetap kawan. Keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu memutuskan kembali mendukung Sandi. Sungguh sebuah keputusan berani dan penuh risiko. 

Erwin paham dan sadar akan risiko itu.Tak tanggung-tanggung, dia harus membayar dukungannya kepada Sandi, dengan pemecatan dirinya sebagai Ketua DPP Partai Golkar. Sebuah bayaran yang teramat mahal.

"Persahabatan kami adalah persahabatan hakiki," begitu testimoni Erwin menggambarkan kualitas pertemanannya dengan Sandi. Dan bukan asal bicara, dia buktikan ucapannya dengan konsistensi mendukung sang sahabat, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sekali lagi, Erwin telah meyakinkan publik bahwa perkawanan abadi masih ada di dunia politik. Barangkali, menurut Erwin, tak ada warna abu-abu dalam politik, yang ada adalah hitam-putih. Memilih itu sulit, tapi menjalani dan setia kepada pilihan jauh lebih sulit. Dan publik tahu, Erwin berhasil melewati kesulitan itu. 

tag: #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :