Opini
Oleh Nasruddin Djoha pada hari Jumat, 05 Apr 2019 - 17:06:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Benarkah Kyai Ma'ruf Amin Keturunan Campuran Papua-Sunda?

tscom_news_photo_1554458786.jpeg
Ma'ruf Amin (Sumber foto : Ist)

Melihat gaya kampanye Kyai Ma’ruf Amin kita hanya bisa geleng-geleng kepala. Mau jadi cawapres, atau raja?

Di Garut, Jabar kemarin Ma’ruf Amin mengaku masih punya darah Sunda. Tidak tanggung-tanggung, dia mengaku masih keturunan darah biru karena punya trah langsung dari Prabu Siliwangi. Karena itu orang Sunda harus memilihnya.

Yang bikin bingung bukan sekali ini Ma’ruf mengaku-ngaku keturunan dari tokoh penting. Ketika di Madura, Ma’ruf juga mengaku keturunan Raja Madura.

“Saya keturunan Madura dari Kiai Demang Plakaran, Arosbaya, Bangkalan. Beliau mempunyai anak bernama Raden Kiai Pragalba," ujar Ma"ruf saat mengunjungi Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Lalu, lanjutnya, "Cucu beliau (Raden Kiai Pragalba) yang di Pamekasan diperistri Raja Sumedang Larang yang kemudian diberi gelar Nyai Ratu Harisbaya yang diambil dari Arosbaya. Dari sana kemudian lahir mbah-mbah (kakek buyut) saya."

Sekali waktu ketika berkunjung ke Cirebon, Ma’ruf juga mengaku masih keturunan Sunan Gunung Jati.

"Saya ini masih turunan Cirebon dari Sunan Gunung Jati melalui Maulana Hasanuddin langsung ke Maulana Sari. Karena saya menganggap ketika saya jadi Cawapres, berarti saya menghormati warga Cirebon dan Jawa Barat," kata Ma"ruf dalam sambutannya, dihadapan puluhan santri Ponpes Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Senin (25/2).

Ketika namanya muncul sebagai cawapres media banyak menulis bahwa Ma’ruf Amin adalah cicit dari ulama yang sangat terhormat Syech Nawawi Al Bantani.

Ulama terkemuka asal Banten ini adalah pejuang melawan Belanda dan kemudian mengasingkan diri ke Mekah. Karena kedalaman ilmunya dia pernah menjadi Imam di Masjidil Haram, salah satu tempat paling suci umat Islam.

Soal ini Ma’ruf tidak pernah mengklaim, dia hanya membiarkan spekulasi berkembang. Seorang netizen pernah menuliskan silsilah Ma’ruf. Lengkap dengan diagramnya.

Dari diagram silsilah itu diketahui Ma’ruf Amin bukan keturunan Syech Nawawi. Dia adalah keturunan dari saudara Syekh Nawawi yang bernama Syekh Abdullah, atau merupakan cicit dari cucu keponakan Syekh Nawawi yang bernama Nyi Marsati binti Haji Abdullah bin Syekh Abdullah.

Nyi Marsati memiliki cucu bernama Nyi Hajjah Maemunah binti Syekh Muhammad Ramli bin Nyi Marsati, dimanaNyi Hajjah Maemunah adalah ibunda dari KH Ma’ruf Amin.

Jadi bukan cicit langsung Syech Nawawi. Pantas saja dia tidak pernah berani mengklaim secara terbuka. Sebab masih banyak saksi hidup, dan ada silsilah resmi yang bisa ditelusuri.

Melihat gaya Ma’ruf yang selalu mengklaim keturunan raja atau tokoh tempat yang dikunjunginya, seorang tokoh Papua Christ Wamea menyindir. “Jangan-jangan kalau berkunjung ke Papua, beliau juga mengaku keturunan Papua.” Sindiran itu membuat netizen ngakak sambil garuk-garuk tanah.

Kalau boleh menyarankan ke Bang Haji Deddy Mizwar (Demiz) yang sering mendampingi Kyai Ma’ruf, tolong diingatkan. Beliau sedang kampanye, bukan main sinetron.

Atau jangan-jangan karena kebanyakan bergaul dengan bang Demiz, pak kyai jadi ketularan pandai berakting. Tapi yang bikin gak kuat improvisasinya itu lho. (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #maruf-amin  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Sekilas Ikan di Air

Oleh Oleh Nuim Khaiyath, Wartawan Senior Tinggal di Australia
pada hari Selasa, 23 Feb 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- “Sekilas ikan di air, sudah tahu jantan betinanya.” Maksudnya dengan hanya melihat luaran telah diketahui keadaan atau situasi sebenarnya. Mirip dengan  ...
Opini

Banjir Jakarta, Baca Data Biar Tidak Gagal Paham

Banjir Jakarta itu ada sejak zaman Belanda. Betul, tapi gak boleh jadi alasan. Banjir Jakarta itu kiriman dari Bogor. Ini juga betul, tapi gak patut untuk dikemukakan. Banjir Jakarta karena curah ...