Berita
Oleh Fitriani pada hari Selasa, 16 Apr 2019 - 20:49:58 WIB
Bagikan Berita ini :

ICMI Siap Prakarsai Agenda Rekonsiliasi Pasca Pilpres

tscom_news_photo_1555422598.jpg
Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie dalam Diskusi Media bertajuk Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019 di Jakarta, Selasa (16/4/2019). (Sumber foto : TeropongSenayan/fitriani.dok)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tahapan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 yang berlangsung kurang lebih tujuhbulan terakhir, meninggalkan berbagai macam dinamika perpecahan yang berdampak ke masyarakat.

Melihat dinamika konstalasi politik itu, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), mendorong agenda rekonsiliasi pasca Pilpres 17 April nanti.

Melalui rekonsiliasi, ICMI berharap siapapun yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden, kedua kandidat serta tim sukses masing-masing harus saling merangkul.

Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie menyampaikan, proses berjalannya pemilu yang cukup panjang tersebut telah banyak menimbulkan fitnah, ujaran kebencian, saling beradu emosi, hingga informasi hoax yang tak kunjung usai.

"Kami menyerukan untuk semangat kerukunan, jadi pemilu ini harus betul-betul tenang, supaya menjadi bahan menciptakan suasana untuk rekonsiliasi pasca 17 April," kata Jimly dalam Dialog Media ICMI di Jakarta,Selasa (16/4/2019).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pertama periode 2003-2008 itu mengingatkan, selama masa tenang berlangsung agar dijadikan sebagai momen persiapan rekonsiliasi setelah Pemilu 2019 usai.

"Supaya kita mudah rekonsiliasi nanti pasca pemilihan umum, jadi 17 April diharapkan sudah tenang semuanya seperti kebiasaan di negara kita setiap hari H pemilihan umum, selalu tenang tidak ada masalah," jelasCaleg DPD RI Dapil DKI Jakarta itu.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal ICMI Muhammad Jafar Hafsah menuturkan, bahwa rekonsiliasi menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan guna meredam situasi politik pasca pilpres.

“Rekonsiliasi sebagai ruang tengah, karena banyak yang harus kita jaga,” tutur Jafar.

Untuk menjaga persatuan keamanan pasca Pilpres, Jafar kembali menjelaskan, salah satu yang harus dijaga adalah partisipasi politik dari generasi muda saat ini.

“Misalnya saja generasi muda yang harus kita jaga. Jadi, ICMI bisa jadi lokomotif dari rekonsiliasi ini, karena beberapa ormas islam sudah terpecah,” jelas Jafar.

ICMI berharap, lanjut Jafar, dalam situasi dan kondisi apapun, masing-masing kubu Capres-Cawapres harus legowo menerima hasil pilihan dari masyarakat.

"Disamping itu, budaya silaturahmi maupun tradisi ngopi bersama harus tetap ditingkatkan pasca pemilu itu," ungkapnya.

Seperti diketahui, ICMI menggelar Diskusi Media bertajuk Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019 dengan menghadirkan narasumber Sekjen ICMI Mohammad Jafar Hafsah, serta Dosen tetap Fakultas Hukum di Universitas Australia Nadirsyah Hosen. (Alf)

tag: #jimlyasshiddiqie  #pemilu-2019  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

BPIP: Masyarakat Pancasila Adalah Masyarakat Pembelajar

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Senin, 28 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Hariyono menyebut masyarakat Pancasila merupakan masyarakat pembelajar yang memiliki semangat untuk terus ...
Berita

Anggap Biosecurity Indonesia Lemah, FPKS Sebut Penanganan Covid-19 Amburadul

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta menyebut penanganan COVID-19 amburadul jadi bukti biosecurity Indonesia lemah. Maka dari itu untuk menambal kelemahan ini ...