Opini
Oleh Zeng Wei Jian (aktivis aktvis Komunitas Tionghoa Anti-Korupsi) pada hari Selasa, 07 Mei 2019 - 13:21:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Kuda Hitam AHY-DIAZ

tscom_news_photo_1557210117.jpg
Zeng Wei Jian (Sumber foto : Ist)

Syahdan, hari ini WA banjir pernyataan striker utama Partai Demokrat Andi Arief. Tone-nya berubah. Mungkin ada intruksi baru atau "The deal has been sealed".

Andi Arief menyebut adanya "Setan Gundul" dan ingin menyelamatkan Prabowo-Sandi.

Sebelumnya pertemuan 4 mata AHY dan Joko Widodo diumumkan. Komandan Kogasma itu pake mobil dengan Plat "B 2024 AHY". Bahasa simbol Freemasonry.

Artinya; apabila Partai Demokrat menerima posisi 1 kursi menteri Joko Widodo maka itu karena kepentingan Pilpres 2024 AHY-Presiden. Kader Demokrat harus paham dan fight. AHY menyatakan tunggu pengumuman KPU dan harus terima. Semua orang tau siapa yang akan dimenangkan KPU. Indirectly, AHY ingin berkata, "Bodo amat dengan semua temuan kecurangan TSMB".

Media-sosial sudah ricuh sejak kemarin. Saling hantam antar relawan Pro 02 dan Pengikut SBY.

Tiba-tiba ada yang pamer foto Keluarga Hendropriyono bezoek Ibu Ani Yudhoyono di Singapura.

Lalu muncul upaya menghidupkan sentimen Anti Arab. Nama "HP" dikutip. Hari ini, Striker Andi Arief mengungkit "Setan Gundul" dan direspon Ulama 212 Slamet Marief yang menyatakan, "Kami bukan Setan". Ada paralelisme antara HP dan Andi Arief.

Sasaran utama Provokasi Anti-Arab adalah Prabowo-Sandi, ulama-ulama, dan Komunitas Arab. Kolateral damage dan ekses dari provokasi ini adalah orang-orang Tionghoa. Sudah beredar naskah-naskah keblinger yang nyasar ke Tionghoa sebagai kamuflase meredam Provokasi Anti-Arab.

Narasinya partial seputar "Souw Beng Kong" dan "Pao An Tui". Sesekali mestinya tanya Alm. Abdurahman Baswedan, siapa yang mendorongnya mendirikan Partai Arab Indonesia?

Jawabannya adalah Liem Koen Hian, Pendiri Partai Tionghoa Indonesia (PTI) sekaligus bosnya Alm. Abdurahman Baswedan di Harian Sin Tit Po Surabaya.

Provokasi Anti Arab sama saja menyakiti Tionghoa. Motifnya adalah trigger chaoz di Jawa Tengah dan Timur sekaligus mengisolasi Prabowo-Sandi.

Stiker electronic AHY-Puan diedarkan. Gunanya supaya hati Megawati dan PDIP adem. Padahal, kombinasi AHY-Diaz Hendropriyono lebih feasible.

Gosipnya SBY dan HP berkongsi dagang di perusahaan Chairul Tanjung yang sering disebut-sebut Proxy Anthony Salim. Jadi keduanya akrab betul.

Kalo sudah begini, para politisi muda yang berupaya menjegal Sandiaga Uno dengan mengizinkan Joko Widodo dua periode mesti berpikir ulang.

*THE END

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #pilpres-2019  #agus-yudhoyono  #partai-demokrat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Opini Lainnya
Opini

"Hati-hati Meliberalisasi Pasal 66" tentang Outsourcing

Oleh Timboel Siregar, , Koordinator Advokasi BPJS Watch
pada hari Senin, 13 Jul 2020
Aktivis Sosial Denny Siregar komplain data pribadinya dibuka ke publik oleh seseorang yang diduga karyawan Telkomsel. Setelah dilapor ke polisi, ternyata yang membocorkan data adalah pekerja ...
Opini

Pajak Pencairan Dana JHT Seharusnya Dihapuskan Juga

Dalam masa pandemi Covid19 ini Pemerintah telah memberikan insentif pajak kepada pekerja yaitu relaksasi fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21). Pembayaran PPh 21 dihapuskan oleh Pemerintah ...