Berita

13 Tokoh Mulai Dikaji, Sandiaga: Jangan Semua Ungkapan ini Dibelokkan ke Pasal Makar

Oleh Fitriani pada hari Senin, 13 Mei 2019 - 10:57:54 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1557719874.jpeg

(Sumber foto : Ist)

JAKARTA  (TEROPONGSENAYAN)  --   Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno meminta agar pernyataan-pernyataan para tokoh di Tanah Air tidak diartikan sebagai gerakan makar. Sandiaga meyakini semua tokoh memiliki harapan yang sama yakni menjadikan Indonesia agar lebih baik.

"Jangan semua ungkapan ini dibelokkan ke pasal makar. Karena semua berkeinginan positif, optimis Indonesia yang lebih baik, adil makmur baldatun toyyibatun warobbun ghofur," ujar Sandiaga di Sekretariat Nasional, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu 12 Mei 2019.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut kemudian mencontohkan, kasus yang menjerat politikus Gerindra Permadi Satrio Wiwoho. Di mana dalam video yang beredar, Permadi bicara soal revolusi ke sejumlah orang dalam suatu ruangan.

"Beliau juga di zaman sebelum reformasi mengalami begitu banyak masalah seperti ini dan atas pernyataan yang beliau, atas apa yang mereka sampaikan itu adalah menginginkan suatu perubahan agar sistem pemilu dan demokrasi kita lebih baik," terangnya.

Dalam video yang beredar, Permadi bicara soal pihak yang mengikuti angkara murka dengan pihak yang mengikuti cita-cita mulia. Dia kemudian bicara soal revolusi.

"Sekarang ini saya katakan, Tuhan sedang menyaring manusia Indonesia seperti gabah den interi. Mana yang ikut angkara murka, mana yang ikut budi luhur. Sesudah terkristalisasi, pasti akan bertemu, bertempur, korbannya sangat-sangat banyak. Tadi saya katakan, apa yang dikemukakan oleh Bapak seluruhnya benar, tetapi tidak bisa diselesaikan dengan perundingan, dengan konstitusi, dengan apa pun, kecuali dengan revolusi," demikian ucapan Permadi seperti dalam video yang beredar.

Pemerintah, dalam hal ini Kemenkopolhuman membentuk Tim Asistensi Hukum. Tim bentukan Wiranto tersebut, saat ini tengah mengkaji aktivitas 13 tokoh mulai dari Bachtiar Nasir hingga Amien Rais.


"Banyak, ada 13 kalau nggak salah dipaparkan fakta-faktanya. Rapat terakhir ya, 13. Aktivitas itu antara lain yang saya ingat itu mengenai Bachtiar Nasir; kedua, Kivlan Zen kalau nggak salah; ketiga, Eggi Sudjana, antara lain ya, yang saya ingat; dan juga Amien Rais, dan juga habib siapa itu saya nggak ingat namanya," ungkap anggota Tim Asistensi Hukum Kemenkopolhukam, Prof Romli Atmasasmita, Sabtu (11/5).

tag: #sandiagauno  #wiranto  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :