Bisnis
Oleh ferdiansyah pada hari Selasa, 11 Jun 2019 - 13:32:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Berbeda dengan Darmin, Luhut Bantah Duopoli Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat

tscom_news_photo_1560234765.jpeg
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membantah adanya praktik duopoli yang memicu kenaikan tarif tiket penerbangan Indonesia. Pandangan ini berbeda dengan pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Mantan Kepala Staf Presiden itu menuturkan meski didominasi dua grup maskapai, tidak ada duopoli dalam penerbangan nasional. Pasalnya, maskapai asal Malaysia AirAsia juga telah beroperasi di Indonesia.

"Jadi kalau duopoli, saya rasa enggak juga," ujar Luhut seusai halalbihalal di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Polemik harga tiket pesawat tidak berhubungan dengan duopoli. Bahkan sebaliknya, menurut dia, harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik di Indonesia merupakan yang terendah keenam di dunia.

"Kalau kita lihat, harga tiket pesawat Garuda di Indonesia itu masih empat atau enam termurah di dunia. Jadi harga tiketnya paling murah. Kan tidak sehat juga untuk perusahaan. Tapi ada juga kesalahan pemerintah," ungkapnya .

Menurut Luhut, salah satu kesalahan pemerintah adalah membiarkan harga avtur terlalu tinggi, bahkan lebih tinggi dari harga patokan Mid Oil Platts Singapore (MOPS) Singapura.

Sebelumnya diberitakan, kenaikan harga tiket pesawat dipicu oleh struktur pasar penerbangan domestik yang dalam kondisi duopoli. Struktur pasar ini bisa diubah dengan mendatangkan maskapai asing.

"Kenaikan harga tiket penerbangan domestik tidak akan terjadi setajam itu, jika struktur pasarnya tidak dalam kondisi duopoli," ujar Menteri Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Darmin menjelaskan bahwa struktur pasar dalam industri penerbangan nasional saat ini dalam kondisi duopoli, dimana industri penerbangan domestik dikuasai oleh maskapai Garuda dengan grupnya dan Lion Air dengan grupnya
(plt)

tag: #dunia-penerbangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...