Opini
Oleh Soemantri Hassan (Pemerhati Kebijakan Publik) pada hari Rabu, 24 Jul 2019 - 09:10:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Oposisi Ala Sandiaga Salahuddin Uno

tscom_news_photo_1563934210.jpg
Sandiaga Salahuddin Uno (Sumber foto : ist)

Menjadi oposisi baginya suatu kehormatan. Hal yang baru bagi budaya politik di Indonesia terutama para jajaran elitenya.Perjalanan kaum muda yang menjadi elite kerap mengekor pada senioritas oligarki seniornya. Sandi menghalau itu.

Lihatlah politisi yang dadakan muncul atau kaum muda yang menjabat sekarang, mereka maklon dari jaringan oligarki seniornya. Partai politik memang ladangnya oligarki mengikuti logika Robert Michels.

Kaum muda memang by nature selalu "oposan" pada sesuatu yang tidak benar dan mengenakkan isi hatinya. Pada diri kita begitu di kala usia jelang 20-40an.


Tentang Rumah Siap Kerja

Tentang gebrakan Rumah Siap Kerja adalah gebrakan ke dua, kelanjutan dari gerakan OKOCE yang ia besut bersama Anies Baswedan di kontestasi politik Jakarta. Karena menang OKOCE by nature menjadi janji politik Anies (minus Sandi) karena mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur.

Kalau kita singgah di PTSP Gedung DKI Jakarta di lantai paling atas lantai 5 ada ruang OKOCE bersebelahan dengan mesjid ruang kantornya.

Lalu bagaimana dengan Rumah Siap Kerja? karena kalah maka pada posisi oposisi tak jadi program nasional. Lalu bagaimana Rumah Siap Kerja bergerak? sebatas pelatihan dan motivasi kah? penyaluran kaum milenial pada minat bakat yang konkritkah? artinya dikaryakakan? masih kita tunggu.

Skirrling membagi empat kategori oposisi pada suatu sistem politik. Pada diri Sandi dan Rumah Siap Kerja masuk kategori Oposisi Spesifik. Seberapa spesifik Rumah Siap Kerja mampu membuka seluas luasnya lapangan kerja bagi kaum milenials Indonesia?

Luar biasa semangat Sandi. Ia tidak punya kewajiban itu sebetulnya. Tapi ia dalam pengakuannya ingin mengubah budaya politik kita.

Kaum muda milenials dihadapkan pada seretnya aliran cashflow negara. Indikatornya adalah, untuk posisi rektor perguruan tinggi negara harus impor? LBP marah-marah garam impor. Tapi rektor mau impor dia diam.

Kembali ke gaya oposisi Sandi yang spesifik pada satu isu lapangan kerja. Akan menarik jika Rumah Siap Kerja bukan saja wadah kumpul hahahihi atau sibuk maen gadget dan atau olah raga. Tapi meluaskan pada kajian kajian dan aksi aksi konkrit terkait isu lapangan kerja. Karena menjadi oposisi spesifik butuh pegetahuan spesifik memenuhi janji-janji politiknya. Di situlah negara kuat dalam arti yang sehat demokrasinya.(plt)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #sandiagauno  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Catatan untuk Partai PKB dan Pilgub DKI Jakarta

Oleh Syahganda Nainggolan
pada hari Sabtu, 18 Mei 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Jumhur Hidayat baru saja menelpon saya terkait kunjungan sekertaris PKB DKI dan rombongan kemarin, yang datang ke kantornya, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ...
Opini

Prabowo Subianto dan Diktatorship Kerakyatan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Spontan rakyat Indonesia kaget dengan pernyataan politik terbaru Prabowo Subianto: "Bersama Saya atau Diam Menonton!". Hal itu dinyatakan Prabowo kemarin pada ...