Berita
Oleh ferdiansyah pada hari Rabu, 31 Jul 2019 - 20:13:38 WIB
Bagikan Berita ini :

KPK Sebut Ada Empat Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik

tscom_news_photo_1564578818.jpeg
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus korupsi KTP Elektronik. Informasi terkini, ada empat tersangka baru yang berasal dari birokrat dan swasta.

"Kalau enggak salah terakhir itu, kalau enggak salah malah ada empat (tersangka) ya," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Keempat tersangka tersebut, lanjut Marwata, berasal dari unsur birokrat dan swasta. Hanya saja, Alex enggan menyebut nama mereka.

"Proses masih terus berjalan. Saatnya nanti pasti akan kita umumkan," ujar Alex.

Alex menyebutkan bahwa para tersangka baru itu bakal dikenakan pasal Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Dakwaan yang sebelumnya kan pasal 55 nya ada kan, bersama-sama kan enggak mungkin kalau yang sebelumnya kena pasal 2 atau pasal 3 dan yang ini," kata Alex.(plt)

tag: #korupsi-ektp  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Teropong Public Relation Award 2020
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Wisatawan ke Yogya Harus Bawa Keterangan Sehat

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 25 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Wisatawan yang akan berkunjung Kota Yogyakarta harus membawa keterangan sehat. “Silahkan berkunjung ke Yogyakarta, tetapi pastikan bahwa anda dalam kondisi yang sehat. ...
Berita

Akademisi UBK Ini Sebut UU Cipta Kerja Menjebol UUD 1945

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Akademisi Hukum dari Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Syahputra menilai, tujuan UU Cipta Kerja yang disahkan 5 Oktober lalu, niatnya baik. Menurutnya, jika ...